DetikNews
Sabtu 16 Maret 2019, 08:50 WIB

BPN Beberkan Alasan Prabowo Janji Kembalikan Lahan HGU Jika Terpilih

Haris Fadhil - detikNews
BPN Beberkan Alasan Prabowo Janji Kembalikan Lahan HGU Jika Terpilih Prabowo Subianto (Ray Jordan/detikcom)
Jakarta - Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma'ruf Amin menganggap janji capres Prabowo Subianto mengembalikan mayoritas saham perusahaannya yang punya HGU lahan tak ikhlas karena bersyarat. Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandiaga pun menjelaskan alasannya.

"Kalau nggak jadi presiden bagaimana dia mau laksanakan kebijakan itu kan? Ini kan kebijakan, policy pemerintahan Pak Prabowo untuk mengalihkan, bukan dia doang kalau nggak salah ya. Untuk itu kan dia harus bikin peraturan pemerintah dulu payung hukumnya. Untuk membentuk payung hukum kan harus mengusulkan, memutuskan, dan menandatangani, itu kan harus jadi presiden dulu," kata Juru Bicara BPN, Andre Rosiade, Sabtu (16/3/2019).


Menurutnya, pengembalian HGU lahan haruslah memiliki landasan hukum yang jelas. Alasannya, pemerintah juga harus bisa memberi kepastian hukum dalam dunia usaha.

"Kalau seandainya negara memang membutuhkan di mana lahan habis, ya Pak Prabowo siap membuat peraturan itu. Tapi tidak akan semena-mena mengambil, prinsipnya kita harus memberikan kepastian berbisnis dan berinvestasi," ucapnya.

Andre RosiadeAndre Rosiade (Tsarina/detikcom)


Dia pun menyinggung presiden sekaligus capres petahana Jokowi yang dinilainya mempolitisasi isu kepemilikan lahan. Seharusnya, kata Andre, Jokowi bisa saja membentuk aturan pengembalian lahan jika memang dibutuhkan.

"Pak Jokowi kan bisanya ngomong doang, 'ada orang punya tanah, silakan dikembalikan'. Lah, payung hukumnya nggak dibikin. Kalau Pak Jokowi sibuk mempolitisasi, Pak Prabowo kalau memang negara membutuhkan dia siap membuat payung hukumnya," jelas Andre.


Prabowo sebelumnya berjanji menyerahkan sejumlah lahan hak guna usaha (HGU) yang dimiliki perusahaannya ke negara. Penyerahan itu, disebut Prabowo, akan mengembalikan lahan tersebut ke negara 10 hari setelah dilantik menjadi presiden.

"Tapi sekarang saya memutuskan paling lambat 10 hari sesudah saya dilantik, saham-saham dalam perusahaan saya yang menguasai HGU mayoritasnya akan saya serahkan kepada RI," ujar Prabowo saat pidato di hadapan relawan Prabowo-Sandi di Padepokan Silat Taman Mini Indonesia Indah, Jumat (15/3).

Dia juga mengaku ada pihak yang terus mengejeknya terkait HGU yang dimiliki perusahaannya itu. Prabowo menegaskan dirinya siap mengembalikan lahan HGU-nya setiap saat negara meminta kembali.

TKN pun menilai janji Prabowo menyerahkan mayoritas saham perusahaannya yang punya HGU lahan ke negara tak ikhlas. Alasannya, pengembalian itu dianggap bersyarat karena baru dilakukan jika terpilih jadi presiden.

"Sebenarnya kita berharap mengurangi ketimpangan antara yang kaya dan yang miskin, itu substansinya. Oleh karena itu, ketika Pak Prabowo betul ingin mengembalikan pertanyaannya kenapa harus setelah terpilih jadi presiden. Kalau dia tidak terpilih apakah dibagi atau tidak. Oleh karena itu, saya melihat beliaunya tidak tulus, tidak ikhlas, dan bersyarat," kata Wakil Ketua TKN Jokowi-Ma'ruf, Abdul Kadir Karding, Jumat (15/3) malam.

Menurutnya, Prabowo setengah hati terkait janjinya mengembalikan lahan yang selama ini HGU-nya dipegang oleh perusahaannya. Karding menilai Prabowo mengucapkan hal itu karena berada dalam tekanan menjelang pilpres.


Saksikan juga video 'Rapat Bareng Menteri, Jokowi Beberes soal Konsesi Lahan':

[Gambas:Video 20detik]


(haf/haf)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed