DetikNews
Jumat 15 Maret 2019, 17:54 WIB

Istri WNI Cerita Kondisi Suami dan Anak yang Tertembak di Masjid di New Zealand

Tim detikcom - detikNews
Istri WNI Cerita Kondisi Suami dan Anak yang Tertembak di Masjid di New Zealand Penanganan korban penembakan di Selandia Baru (Foto: Reuters)
Jakarta - Dua WNI ayah-anak turut menjadi korban penembakan brutal di Christchurch, New Zealand (Selandia Baru), yang menewaskan sedikitnya 49 orang. Istri WNI tersebut, mengungkap kondisi yang dialami suami dan anaknya melalui media sosial Facebook.

WNI dengan nama akun A*** M**** itu mengungkap bahwa suami dan anaknya selamat namun mengalami luka tembak. Dia menyebut baru saja pindah ke Selandia Baru sekitar 2 bulan yang lalu.

"Suami saya dan putra saya keduanya masih hidup, tetapi terluka. Keduanya ditembak dalam serangan hari ini di Linwood Islamic Center di Christchurch, Selandia Baru (di mana kami baru saja pindah 2 bulan lalu)," tulisnya seperti dikutip detikcom dari akun Facebooknya yang bisa dibaca oleh publik, Jumat (15/3/2019).


"Suamiku, Jul, tertembak di banyak tempat dan mengalami kebocoran di paru-parunya (dari apa yang saya dengar) meskipun saya belum melihatnya sejak dia dioperasi," imbuhnya.

Dia menyebut putranya mengalami luka tembak di kaki dan punggung. Selain itu, putranya juga disebut mengalami trauma akibat kejadian itu.

"Baru-baru ini saya disatukan dengan putra saya, yang memiliki luka tembak di kaki dan punggung. Dia trauma, tetapi kita semua hidup. Terima kasih atas doa dan perhatian kalian," tuturnya.

detikcom telah coba menghubunginya lewat FB Messenger, namun yang bersangkutan menyatakan masih sibuk dan tidak mau memberi komentar dulu.

"No comment right now. It is not a good time... kami lagi sibuk," jawabnya saat dikonfirmasi, Jumat (15/3).

Duta Besar RI di Wellington, Tantowi Yahya, sebelumnya menyatakan ada sekitar 344 WNI yang tinggal di Christchurch, New Zealand. Tantowi menyebut, umumnya mereka dalam keadaan shock usai penembakan terjadi.

"Ada 344 WNI di Christchurch, sebanyak 144 orang adalah pelajar. KBRI melakukan telepon satu per satu WNI di Christchurtch untuk mengetahui kondisi mereka," kata Tantowi kepada detikcom, Jumat (15/3).

"Umumnya mereka dalam kondisi syok karena kejadian mengerikan seperti ini baru pertama kali terjadi, belum pernah terjadi sebelumnya. Mereka mengapresiasi apa yang telah dilakukan KBRI," imbuhnya.

Tantowi menyatakan, pihak KBRI belum bisa mendampingi WNI di Christchurch secara langsung karena bandara yang masih ditutup.

"KBRI belum bisa melakukan pendampingan dan bertemu WNI yang ada di Christchurch karena airport masih ditutup dan baru besok dibuka. Kami akan secepatnya terbang ke sana," tutur Tantowi.

Korban tewas dalam penembakan brutal di dua masjid di Christchurch, New Zealand (Selandia Baru) bertambah menjadi 49 orang. Kepolisian Selandia Baru Mike Bush menyebut penembakan brutal itu 'direncanakan sangat matang'.


Perdana Menteri (PM) Jacinda Ardern telah menyebut penembakan brutal ini sebagai 'serangan teroris' dan mengecamnya.

Lebih lanjut, Bush menjelaskan bahwa 41 orang tewas dalam penembakan di Masjid Al Noor, Deans Ave kemudian tujuh orang lainnya tewas di sebuah masjid di pinggiran Linwood dan satu orang tewas saat dirawat di rumah sakit.


Simak Video 20detik: Teror Penembakan di Masjid, Hari Tersuram di Selandia Baru

[Gambas:Video 20detik]


(rna/tor)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed