DetikNews
Jumat 15 Maret 2019, 08:46 WIB

Soal Promosi Anak Jaksa Agung, Komisi III F-NasDem: Hati-hati Sebut Nepotisme

- detikNews
Soal Promosi Anak Jaksa Agung, Komisi III F-NasDem: Hati-hati Sebut Nepotisme Anggota Komisi III DPR F-NasDem Teuku Taufiqulhadi (Andhika/detikcom)
Jakarta - Bayu Adhinugroho Arianto, anak Jaksa Agung M Prasetyo, mendapat promosi sebagai Kepala Kejaksaan Negeri Jakarta Barat (Kajari Jakbar). Anggota Komisi III DPR F-NasDem Teuku Taufiqulhadi meminta semua pihak berhati-hati memakai kata nepotisme dalam menyikapi promosi itu.

"Saya berharap hati-hati menyebut nepotisme. Karena menyebut nepotisme tidak sesuai situasi dan fakta, maka itu akan berbahaya bagi karier seseorang dan akan merugikan negara," kata Taufiqulhadi kepada wartawan, Jumat (14/3/2019).

Taufiqulhadi mengatakan nepotisme merupakan kondisi ketika seseorang yang tidak kompeten ditempatkan pada posisi penting karena adanya hubungan-hubungan tertentu dengan atasan atau penentu kebijakan. Dia tak setuju istilah nepotisme disematkan kepada Bayu.

"Kalau Saudara Bayu ini tidak kompeten, saya setuju ditolak karena alasan nepotisme. Tapi Saudara Bayu memenuhi alasan pengangkatannya pada jabatan yang ada," ucap Taufiqulhadi.

"Ia pernah menjadi kajari di salah satu kabupaten di Bali, kemudian jadi asisten di kejati kelas satu. Setelah itu, baru diangkat jadi Kajari Jakbar. Secara prosedur sudah tepat dan tak ada yang terlanggar. Kemudian ia kompeten. Sebagai kajari di Bali, ia berprestasi. Selama jadi asintel, ia juga berprestasi. Karena itu, saya tidak melihat ia unsur nepotisme di sini," tegas anggota Dewan Pakar Partai NasDem itu.


Menurut dia, tuduhan nepotisme di balik promosi Bayu hanya akan merugikan Bayu. Dia memandang sebutan itu tidak adil bagi Bayu yang menurutnya berprestasi.

"Jika karena orang tua di sini Jaksa Agung lantas kita bilang nepotisme, itu akan merugikan karier Saudara Bayu. Itu tidak adil. Dan juga negara akan rugi karena Saudara Bayu itu kompeten dan berprestasi," ucap dia.

Jaksa Agung M Prasetyo telah menepis adanya nepotisme terkait promosi anaknya, Bayu Adhinugroho Arianto, sebagai Kepala Kejaksaan Negeri Jakarta Barat. Bayu sebelumnya menjabat Asisten Bidang Intelijen (Asintel) pada Kejaksaan Tinggi (Kejati) Bali.

Prasetyo mengaku selalu berpesan pada Bayu untuk meniti karier di Korps Adhyaksa tanpa embel-embel anak Jaksa Agung. Bahkan terkait promosi yang menyangkut Bayu, Prasetyo sengaja abstain.

"Nggak ada yang istimewa, semua sesuai dengan mekanisme," kata Prasetyo kepada detikcom saat dimintai tanggapan mengenai isu tersebut, Kamis (14/3/2019).


Prasetyo menyebut mekanisme promosi dan mutasi di lingkungan kejaksaan selalu melalui keputusan rapat pimpinan. Prosesnya disebut Prasetyo harus mempertimbangkan unsur prestasi, dedikasi, loyalitas, dan integritas (PDLI).

"Saya sengaja abstain, menyerahkan pembahasan dan keputusannya kepada unsur pimpinan yang lain dalam rapim (rapat pimpinan) dengan arahan harus tetap mengacu dan berpegang pada PDLI dari yang bersangkutan, secara objektif, proporsional, dan profesional," ucap Prasetyo.

Unsur pimpinan yang mengambil keputusan untuk rotasi dan mutasi disebut Prasetyo terdiri atas Jaksa Agung, Wakil Jaksa Agung, jajaran Jaksa Agung Muda, serta Kepala Badan Diklat Kejaksaan. Proses ini disebut Prasetyo sudah ada sepanjang sejarah Korps Adhyaksa.
(gbr/nvl)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed
>