DetikNews
Kamis 14 Maret 2019, 20:44 WIB

Terbang dari India, Pesawat Boeing 737 MAX 8 'Ditahan' di Sulsel

Moehammad Bakrie - detikNews
Terbang dari India, Pesawat Boeing 737 MAX 8 Ditahan di Sulsel Pesawat Boeing 737 MAX 8 yang 'ditahan' di Makassar (Moehammad Bakrie/detikcom)
Makassar - Sejalan dengan instruksi Kementerian Perhubungan (Kemenhub), Airnav 'menahan' satu unit pesawat Boeing 737 MAX 8 di Sulawesi Selatan (Sulsel). Pesawat itu tampak diparkir di area bandara lama di Bandara Sultan Hasanuddin di Maros, Sulsel.

"Jadi pesawat itu kita simpan di apron bandara lama untuk lebih mempermudah proses pemeriksaan," ucap General Manager (GM) Airnav Indonesia Kantor Cabang Utama Makassar Air Traffic Service Center (MATSC) Novy Pantaryanto, Kamis (14/3/2019).

Terbang dari India, Pesawat Boeing 737 Max 8 'Ditahan' di SulselPesawat Boeing 737 MAX 8 yang 'ditahan' di Makassar (Moehammad Bakrie/detikcom)

Novy mengaku belum ada komunikasi lanjutan dengan pihak maskapai pesawat itu. Menurutnya, proses inspeksi bakal dilakukan terhadap pesawat itu oleh Otoritas Bandara Wilayah V Makassar.

"Kita masih menunggu hasil inspeksi dari pihak Otoritas Bandara Wilayah V. Jelasnya, kalau sudah ada hasil, pasti akan ditembuskan ke pihak kami di sini," sebutnya.




Pesawat itu, kata Novy, sebelumnya terbang dari India setelah mengangkut jemaah umrah dari Arab Saudi menuju Jakarta. Setelah keluar surat edaran Menteri Perhubungan, Novy meminta maskapai pesawat itu mengganti pesawat karena pesawat itu tidak diizinkan terbang.

Terbang dari India, Pesawat Boeing 737 Max 8 'Ditahan' di SulselPesawat Boeing 737 MAX 8 yang 'ditahan' di Makassar (Moehammad Bakrie/detikcom)

"Kita tahan sejak Selasa karena adanya surat edaran itu. Sebelumnya, pesawat ini terbang dari India mengangkut jemaah umrah yang pulang dari Arab Saudi menuju Jakarta. Nah, kita minta maskapai mengganti pesawat supaya bisa lanjut ke tujuan," kata Novy.

Sebelumnya, Kemenhub mengambil langkah lanjutan berkaitan dengan pesawat Boeing 737 MAX 8 yang tengah menjadi sorotan pascakecelakaan dalam waktu berdekatan. Pesawat itu dilarang terbang dalam waktu yang tak ditentukan. Selain oleh Indonesia, pelarangan terbang sementara untuk pesawat itu juga dilakukan beberapa negara lainnya, seperti Jepang dan Rusia.
(dhn/dhn)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed