DetikNews
Kamis 14 Maret 2019, 19:49 WIB

Polri Persilakan BPN Lapor Bawaslu soal Video Prabowo Dipersepsikan Nasrani

Audrey Santoso - detikNews
Polri Persilakan BPN Lapor Bawaslu soal Video Prabowo Dipersepsikan Nasrani Foto: Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Dedi Prasetyo (Nur Azizah Rizki/detikcom)
Jakarta - Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno mempertanyakan Cybercrime Polri terkait video temuan mereka yang mempersepsikan Prabowo sebagai Nasrani. Polri mengatakan BPN sebaiknya melaporkan ke Bawaslu terlebih dahulu.

"BPN harus segera melaporkan tentang hal diduga kampanye hitam itu ke Bawaslu," kata Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karo Penmas) Divisi Humas Polri Brigjen Dedi Prasetyo kepada wartawan, Kamis (14/3/2019).


Dedi menyebut Bawaslu nantinya akan melakukan penilaian secara komprehensif. Jika ternyata itu pidana umum, polisi akan menanganinya.

"Nanti Bawaslu tentunya akan asesmen, analisa secara komprehensif karena Bawaslu punya para ahli. Nanti ditentukan itu pelanggaran pemilu atau tindak pidana pemilu," ucap Dedi.

"Kalau itu pelanggaran pemilu, Bawaslu akan menindaklanjuti. Kalau pidana pemilu akan ditindaklanjuti ke Gakkumdu, kalau pidana umum langsung ditangani kepolisian," sambung Dedi.


Dalam video berdurasi 1 menit 19 detik ini, Prabowo tampak menempelkan kedua telapak tangannya, yang seolah-olah dipersepsikan sedang memanjatkan doa. Ada juga gambar salib dalam scene tersebut.

Pada scene lainnya, Prabowo ditampilkan menghadiri acara perayaan Natal hingga berziarah ke makam pejuang Joao Tavares di Atambua, Nusa Tenggara Timur (NTT). Lagu rohani yang isinya memanjatkan pujian dalam agama Nasrani diputar hingga video ini selesai.


BPN menyebut video Prabowo dipersepsikan Nasrani adalah bentuk kampanye hitam (black campaign). BPN Prabowo menduga video ini disponsori. BPN Prabowo menyebut video kampanye hitam terhadap Prabowo ini memakan biaya sekitar Rp 8 miliar. BPN Prabowo menunggu pihak Facebook (FB), Polri, dan Bawaslu bergerak mengusut video ini.

"Kami menemukan video kampanye hitam terhadap Pak Prabowo. Di mana Pak Prabowo dituduhkan atau dipersepsikan sebagai seorang Nasrani atau Kristen. Dan video ini dibagikan atau dishare di Facebook dan sudah menonton lebih dari 1,2 juta orang. Dan ini diduga adalah video yang disponsori," ujar juru bicara BPN, Andre Rosiade.

"Pertanyaannya, kenapa Facebook membiarkan kampanye hitam ini berjalan? Dengan jumlah uang Rp 8 miliar ini, ada indikasi kampanye hitam yang terstruktur, sistematis, dan masif. Jauh lebih bahaya dari emak-emak yang ada di Karawang. Kenapa Bawaslu dan Cybercrime Polri belum bergerak? Kenapa Facebook juga membiarkan kampanye hitam ini? Tentu ini jadi pertanyaan bagi rakyat Indonesia yang ingin Pemilu yang jujur, bersih, dan berkualitas," kata dia menambahkan.
(gbr/fjp)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed