DetikNews
Selasa 12 Maret 2019, 18:09 WIB

Marak Terjadi, Kenali Cara Kerja Komplotan Pengganjal ATM

Farih Maulana - detikNews
Marak Terjadi, Kenali Cara Kerja Komplotan Pengganjal ATM Polisi menangkap komplotan pengganjal ATM. (Farih Maulana/detikcom)
Jakarta - Kejahatan pembobolan rekening nasabah dengan modus mengganjal ATM sudah sering terjadi. Polisi juga sering mengungkap kejahatan itu, salah satunya komplotan pengganjal ATM asal Lampung yang ditangkap Satreskrim Polres Metro Jakarta Selatan.

"Modusnya adalah dengan cara mengganjal mesin ATM, yang mana di sini dilakukan oleh 4 orang dengan waktu kejadian ini pada tanggal 12 Februari 2019 jam 15.30 WIB. Tempatnya adalah di minimarket yang ada di wilayah Jakarta Selatan," jelas Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Selatan Kompol Andi Sinjaya Ghalib kepada wartawan di kantornya, Jalan Wijaya II, Kebayoran Baru, Jaksel, Selasa (12/3/2019).

Empat tersangka, yakni ND alias N (34), HS alias D (40), MI alias I (40), dan JR alias E (30), ditangkap di Tangerang dan Karawang pada 27 Februari 2019. Keempat tersangka berasal dari Lampung.

Andi mengatakan keempat tersangka diduga melakukannya di beberapa gerai ATM di kawasan Jakarta Selatan.

"(Kerugian) yang ditaksir dari satu tempat ini sekitar belasan juta rupiah, yang ada di rekening si korban," ucapnya.

Modus mengganjal ATM menggunakan tusuk gigi ini sering terjadi. Masyarakat diimbau lebih berhati-hati dan mewaspadai modus ini ketika bertransaksi di ATM.

"Kami mengimbau kepada masyarakat terutama berhati-hati, waspada saat berada di mesin ATM, siapa pun orang di sekeliling And jangan memberikan informasi, kartu, atau membiarkan dia menggunakan ATM saat Anda kesulitan. Kalau ada kesulitan, telepon saja ke nomor telepon bank (yang) resmi," tuturnya.



Berikut ini cara kerja komplotan pengganjal ATM yang patut dicurigai:

1. ATM diganjal tusuk gigi

Tusuk gigi atau pentol korek kayu menjadi senjata utama komplotan ini. Para pelaku akan mengganjal mulut mesin ATM dengan alat ini untuk menghambat kartu ATM nasabah keluar dari mesin.

2. Pelaku antre di belakang calon korban

Ketika terjadi permasalahan pada mesin ATM, pelaku yang berpura-pura mengantre di belakang korban akan menawarkan bantuan. Pelaku akan menyarankan korban menghubungi call center bank yang palsu.

Pada saat itu, korban akan panik sehingga tidak fokus pada ATM yang ada di mesin. Pada saat itulah pelaku akan mengambil kartu ATM korban.

"Ketika terjadi permasalahan, pelaku menukarkan dengan kartu yang sudah disiapkan yang sama dengan milik korban," sambungnya.

3. Mengintip PIN ATM korban

Setelah korban masuk ke dalam 'perangkap' mesin ATM yang sudah diganjal, pelaku lain akan mengintip PIN ATM korban. PIN itu digunakan untuk transaksi para pelaku setelah berhasil mendapatkan kartu ATM korban.

"Pelaku lainnya ada yang berpura-pura mengalihkan perhatian warga sekitar," tuturnya.







(mea/mea)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed