detikNews
Selasa 12 Maret 2019, 13:25 WIB

Jokowi ke Kabinet: Situasi Begini, Apa Perlu Menteri Investasi dan Menteri Ekspor?

Ray Jordan - detikNews
Jokowi ke Kabinet: Situasi Begini, Apa Perlu Menteri Investasi dan Menteri Ekspor? Presiden Jokowi saat memimpin sidang kabinet paripurna. (Andhika Prasetia/detikcom)
Tangerang Selatan - Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyinggung kondisi investasi dan ekspor di Indonesia yang dinilainya masih kalah dari negara tetangga. Jokowi pun sempat memberikan pertanyaan dalam forum rapat kabinet untuk adanya dua menteri khusus yang masing-masih menangani investasi dan ekspor.

"Saya sudah sampaikan minggu lalu dalam forum rapat kabinet, apakah perlu, saya bertanya apakah perlu kalau situasinya seperti ini yang namanya menteri investasi dan menteri ekspor, sudah," ujar Jokowi saat Peresmian Pembukaan Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Investasi Tahun 2019 di ICE BSD City, Tangerang Selatan, Banten, Selasa (12/3/2019).


Jokowi mengatakan negara lain sudah memiliki menteri di bidang tersebut, seperti di Uni Eropa. Jokowi juga berbicara risiko jika dua tambahan menteri yang diusulkannya tidak mampu mendongkrak investasi dan ekspor.

"Di Uni Eropa ada menteri investasi, ada menteri khusus ekspor, negara lain saya lihat juga sama. Mungkin dari sisi kelembagaan memang kita harus memiliki menteri investasi dan menteri ekspor. Dua menteri mungkin perlu. Tapi nanti kalau ada menteri itu nggak nendang lagi yang salah, ya, kita semuanya sudah," sebutnya.


Di depan para peserta, Jokowi menyampaikan kejengkelannya jika suatu masalah tidak bisa dituntaskan, padahal pangkal masalah sudah diketahui. Jokowi tidak ingin ada kesulitan dalam mengurus perizinan yang berujung stagnannya masalah investasi.

"Saya itu paling geregetan kita ngerti kesalahan kita, kita ngerti kekurangan, kita ngerti jalan keluar, tapi kita nggak bisa menuntaskan masalah yang ada, saya akan mulai lihat alur ceritanya akan saya lihat, ini ada yang nggak benar di titik-titik tertentu. Akan saya lihat, saya pasti akan menemukan, insyaallah saya akan menemukan ini," ujar Jokowi.

"Dan jangan sampai saya cek di PTSP ngomong SIUP sehari 2 minggu nah ketemu satu. IMB ngomong 3 hari seminggu saya cek ternyata masih 8 bulan, 6 bulan berarti ketemu di situ. Bisa di pusat, bisa di daerah," imbuh Jokowi.
(dkp/fjp)


Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com