DetikNews
Selasa 12 Maret 2019, 12:48 WIB

Amien Rais Bicara 'Penyembah Uang' dan Pak Kowi

Indra Komara - detikNews
Amien Rais Bicara Penyembah Uang dan Pak Kowi Amien Rais (Rengga Sancaya/detikcom)
Jakarta - Amien Rais membedah politik uang yang menurutnya terjadi karena ada masyarakat yang fondasi moralnya kurang kuat. Bahkan Ketua Dewan Kehormatan PAN itu menyebut masyarakat yang terlibat politik uang tersebut menyembah uang.

"Jadi di negeri kita ini, walaupun di banyak negara hampir sama, masyarakat yang tak dididik untuk punya fondasi moral yang kuat. Maka biasanya mereka menyembah, kalau dalam istilahnya menyembah uang. Menyembah uang dan menyembah Tuhan dalam waktu yang sama," ucap Amien saat berbicara di Sekretariat Nasional (Seknas) Prabowo-Sandiaga, Jalan HOS Cokroaminoto, Jakarta Pusat, Selasa (12/3/2019).
"Repotnya Tuhan tak kelihatan, Tuhan gaib, tak pernah menampakkan diri, sementara uang itu riil, sehingga tak aneh kalau kemudian umumnya manusia mengunggulkan uang yang cash and carry daripada Tuhan yang tak kelihatan," lanjutnya.

Amien juga menyinggung politik uang yang masuk dari kecamatan hingga kelurahan. Namun, menurutnya, politik uang yang paling berbahaya adalah ketika sudah menyentuh pimpinan negara paling tinggi.

"Tapi kalau yang kena itu pucuknya negara, ini adalah tanda dari sebuah kiamat kecil, kiamat bangsa bersangkutan," ucap Amien.

Amien, yang juga Ketua Dewan Pengarah Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, kemudian menyinggung capres petahana Joko Widodo (Jokowi) dan mantan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok). Amien mengatakan kemenangan Jokowi di Pilpres 2014 karena kampanyenya didanai pengembang.

"Kita masih ingat ketika Ahok dalam briefing dengan Pemda Jakarta waktu itu, sekarang masih ada di YouTube, dia katakan 'Eh saya kasih tahu ya, kamu nggak tahu toh, Pak Jokowi itu menang presiden karena pengembang.' Jadi pengembang ini yang membayari kemenangan Pak Kowi ini, Pak Kowi," kata Amien.

"Jadi kalau orang Indonesia, kalau Pak Soeharto, Pak Harto, Pak Sutarno, Pak Tarno, kalau Jokowi, Pak Kowi," imbuhnya.

Amien kemudian bicara soal kebakaran hutan pada 2015 yang dampaknya hingga Singapura. Dia menyayangkan Jokowi yang batal meneruskan kasus tersebut ke meja hijau.

"Kita masih ingat kebakaran hutan luar biasa tahun 2015 saya kira, ketika asap membuat sesak napas orang Singapura dan Kuala Lumpur, kemudian Pak Kowi ini mengatakan harus dibawa ke meja hijau siapa yang bakar hutan secara masif itu. Kemudian saya tunggu ini ada peristiwa besar. Dua minggu kemudian para penyumbang yang memenangkan itu datang ke Istana. Kemudian kira-kira, 'Bapak, apa Bapak lupa dulu kami yang membiayai kampanye Bapak.' 'Oh gitu toh, kalau gitu nggak usah dilanjutkan,'" tutur Amien.




Dia pun mengimbau masyarakat waspada terhadap praktik politik uang. Amien yakin pasangan nomor urut 02 bisa menang meski ada indikasi politik uang dalam Pemilu 2019.

"Teman-teman biasanya paling, kubu mereka kuat masuk ke desa, kecamatan, bahkan dikawal baju cokelat bagikan sembako untuk pilih pasangan 01 itu, tapi kalau saya semakin gendeng, semakin besar kemungkinan kalahnya, jadi insyaallah kita ini jadi kenyataan," kata Amien.

"Jadi kalau dibandingkan 01 itu, Prabowo-Sandi cekak uangnya, cekak intelijennya, hampir nggak punya apa-apa, nggak punya dukungan global dari negara tertentu, tapi insyaallah yang menang itu yang ditentukan Allah," lanjut dia.


Ikuti perkembangan terbaru Pemilu 2019 hanya di detikPemilu. Klik di sini


(idn/dhn)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed