detikNews
Selasa 12 Maret 2019, 12:30 WIB

BPN Soal Agum Ungkap Pemecatan Prabowo: Lagu Lama Diputar Terus

Tsarina Maharani - detikNews
BPN Soal Agum Ungkap Pemecatan Prabowo: Lagu Lama Diputar Terus Hanafi Rais. Foto: Ari Saputra
Jakarta - Viral video anggota Dewan Pertimbangan Presiden Agum Gumelar memberikan kesaksian tentang sidang pemecatan Prabowo Subianto dari dinas kemiliteran. Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandiaga Uno menyebut Agum memutar lagu lama.

"Lagu lama diputar-putar terus," kata Sekretaris BPN Hanafi Rais di gedung DPR, Senayan, Jakarta, Selasa (12/3/2019).




Menurut Hanafi, isu pemecatan Prabowo sudah usang. Dia menyinggung saat Prabowo menjadi cawapres Ketum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri saat maju di Pilpres 2009.

"Kalau memang itu masalahnya, Pak Prabowo juga dulu pernah jadi cawapresnya Ibu Megawati. Jadi sebenarnya sudah nggak ada masalah lagi soal itu," tutur politikus PAN itu.

Hanafi pun tak takut isu yang diembuskan Agum itu bakal menggerus elektabilitas Prabowo. Dia malah menyarankan Agum agar lain kali menyuguhkan 'hidangan' yang lebih segar.

"Kalau mau menyuguhkan hidangan pada masyarakat, berilah hidangan yang segar. Jangan yang basi. Kalau basi, nanti malah muntah," ujar Hanafi.

Dalam sebuah video yang beredar, Agum tampak menghadiri suatu kegiatan dan sedang berbicara di depan banyak orang. Belum diketahui pasti kegiatan apa yang dihadiri Agum dan kapan video itu diambil.

Dalam video itu, Agum awalnya menjelaskan mengenai struktur anggota Dewan Kehormatan Perwira (DKP) yang diisi oleh perwira TNI bintang tiga. Agum dan Presiden RI ke-6, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) masuk dalam anggota DKP tersebut.

Agum yang juga pernah menjadi Mantan Danjen Kopassus mengaku mengetahui korban penculikan 1998. Informasi itu didapatnya dari mantan anak buahnya yang berdinas di Kopassus.




"Tim Mawar yang melakukan penculikan itu, bekas anak buah saya semua dong. Saya juga pendekatan dari hati ke hati kepada mereka, di luar kerja DKP. Karena mereka bekas anak buah saya dong. Di sini lah saya tahu bagaimana matinya orang-orang itu, di mana dibuangnya, saya tahu betul," kata Agum.

Berdasarkan hasil pemeriksaan, Agung menyebut Prabowo terbukti bersalah melakukan pelanggaran HAM berat. DKP kemudian merekomendasikan kepada Panglima TNI untuk memberhentikan Prabowo dari dinas militer. Keputusan itu menurut Agum ditandatangani oleh semua anggota DKP termasuk SBY.

"Jadi DKP dengan hasil temuan seperti ini merekomendasikan kepada Panglima TNI. Rekomendasinya apa? Dengan kesalahan terbukti, yang direkomendasikan supaya yang bersangkutan diberhentikan dari dinas militer," ujarnya.



Saksikan juga video 'Prabowo Rendah di Survei SMRC, Sandi: Jadi Tambahan Informasi':

[Gambas:Video 20detik]




Ikuti perkembangan terbaru Pemilu 2019 hanya di detikPemilu. Klik di sini


(tsa/dhn)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed