detikNews
Senin 11 Maret 2019, 16:52 WIB

Harris Simamora Didakwa Bunuh Satu Keluarga Daperum, Terancam Hukuman Mati

Isal - detikNews
Harris Simamora Didakwa Bunuh Satu Keluarga Daperum, Terancam Hukuman Mati Sidang perdana Harris Simamora, yang didakwa melakukan pembunuhan berencana satu keluarga Daperum Nainggolan, di PN Kota Bekasi, Senin (11/3/2019). (Isal/detikcom)
Jakarta - Harry Aris Sandigon alias Harris Simamora alias Ari didakwa melakukan pembunuhan berencana terhadap keluarga Daperum Nainggolan di Bekasi. Harris terancam hukuman mati.

Dalam surat dakwaan yang dibacakan di PN Kota Bekasi, Senin (11/3/2019), jaksa penuntut umum menyebut Harris Simamora dengan sengaja dan dengan rencana terlebih dulu merampas nyawa orang lain.

Ada empat korbannya, yakni Daperum Nainggolan, Maya Boru Ambarita, Sarah Nainggolan, dan Yehezkiel Arya Paskah Nainggolan. Pembunuhan satu keluarga Daperum Nainggolan terjadi pada sekitar pukul 23.45 WIB, Senin (12/11/2018), hingga sekitar pukul 00.30 WIB, Selasa (13/11/2018), di kediaman Daperum, Jl Bojong Nangka, Pondok Melati.

Jaksa memaparkan terdakwa Harris Simamora mulanya mendapat pesan WhatsApp dari Maya Ambarita sekitar pukul 14.00 WIB, Senin, 12 November 2018.





"Kamu datang sekarang, besok kita mau belanja ke Tanah Abang jam 7 pagi," begitu pesan Maya ke Harris. Harris saat itu, menurut jaksa, langsung mengiyakan.

Sekitar pukul 21.00 WIB, Senin (12/11/2018), Harris Simamora tiba di rumah Daperum Nainggolan. Harris mengobrol bersama Daperum dan istrinya, Maya Ambarita.

Kemudian sekitar pukul 23.30 WIB, terdakwa Harris, menurut jaksa, mendengar kata-kata yang menyinggung yang diucapkan Daperum Nainggolan. "Nginap atau nggak kamu? Kalau kamu nginap, nanti nggak enak sama Bang Doglas," sebut jaksa dalam surat dakwaan.



Sidang perdana Harris Simamora yang didakwa melakukan pembunuhan berencana satu keluarga Daperum Nainggolan di PN Kota Bekasi, Senin (11/3/2019)Sidang perdana Harris Simamora, yang didakwa melakukan pembunuhan berencana satu keluarga Daperum Nainggolan, di PN Kota Bekasi, Senin (11/3/2019). (Isal/detikcom)



Maya Ambarita ikut menimpali perkataan suaminya. "Terserah mau nginap atau nggak. Soalnya ini bukan rumah kita. Kita cuma numpang di sini," ujarnya.

Urusan menginap ini terus dibahas Daperum. Daperum disebut jaksa dalam surat dakwaan menyebut kakaknya, Doglas, tak suka bila Harris menginap di rumah yang dihuni.





"Kemudian korban Daperum Nainggolan berkata kepada terdakwa (dalam) bahasa Batak yang artinya 'kamu tidur di belakang aja, kayak sampah kamu'," sambung jaksa.

Dari sini Harris Simamora kemudian membunuh korban. Harris menghabisi nyawa korban dengan linggis.





Harris didakwa dengan Pasal 340 KUHPidana, Pasal 363 ayat 1 ke-3 KUHPidana, dan Pasal 338 KUHPidana.

"Terdakwa didakwa dengan Pasal 340 KUHP (tentang) pembunuhan berencana dan Pasal 363. Dakwaan kumulatif karena ada fakta juga dia setelah membunuh, dia mengambil barang-barang milik korban," ujar jaksa kepada wartawan.


Simak Juga 'Berawal dari Sini Kasus Pembunuhan Keluarga di Bekasi Terungkap':

[Gambas:Video 20detik]


(fdn/fjp)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed