DetikNews
Jumat 08 Maret 2019, 13:47 WIB

Buntut Mosi Tidak Percaya ke Kepala LIPI, Menristek Moratorium Reorganisasi

Muhammad Fida Ul Haq - detikNews
Buntut Mosi Tidak Percaya ke Kepala LIPI, Menristek Moratorium Reorganisasi Menristek M Nasir (Foto: Muhammad Fida/detikcom)
Jakarta - Profesor riset dan peneliti utama Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) melayangkan mosi tidak percaya terhadap Kepala LIPI Laksana Tri Handoko. Menristek Dikti M Nasir mengatakan akan melakukan moratorium kebijakan reoganisasi yang dipermasalahkan para peneliti.

"Sementara berhenti dulu, supaya tidak gaduh. Nanti akan kami ajak bicara detailnya. Apa sih yang diinginkan mereka," kata Nasir usai bertemu Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) di Kantor Wapres, Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat, Jumat (8/3/2019).



Natsir mengatakan mendapat masukan dari JK terkait masalah yang ada di LIPI. Dia diminta melakukan sinkronisasi antara target yang akan dicapai dengan proses reorganisasi.

"Masukan dari pak wapres, lakukan sinkronisasi, antara target yang akan dicapai dengan struktur organisasi yang dilakukan direorganisasi," jelas Natsir.

Natsir menegaskan reorganisasi di LIPI bukan pemangkasan tapi penyederhanaan. Dia memastikan tidak akan ada pemutusan pegawai di LIPI.



"Bukan pemangkasan, penyederhanaan. bukan pemangkasan. Kalau pemangkasan, pegawainya hilang, kan nggak toh. Ini salah persepsi, kalau pemangkasan pegwainya hilang. Pegawainya di rerdistibusi, kalau sudah sesuai atau tidak biar target capaian," jelas Natsir.

Sementara itu, Kepala LIPI Laksana Tri Handoko reorganisasi hanya memindahkan jabatan sesuai kemempuannya. Dia memastikan tidak ada pemangkasan pegawai.

"Kan mereka umumnya pindah ke jabatan fungsional jadi ya sama saja. Jadi ASN itu bisa jabatan fungsional juga bisa jabatan struktural," ucapnya.



Handoko mengatakan sebelumnya ada beberapa peneliti yang terpaksa menjadi petugas administrasi. Dengan reorganisasi, penliti akan fokus ke tugas pokoknya.

"Waktu itu sebagian peneliti terpaksa jadi administrasi. Dengan proses yang sekarang peneliti fokus dengan penelitian. Tidak perlu repot administrasi," ucapnya.

Sebelumnya diberitakan, profesor riset dan peneliti utama LIPI melayangkan mosi tidak percaya terhadap Handoko. Mereka menilai Handoko mengingkari kesepakatan tentang pengkajian ulang kebijakan reorganisasi.

"Kepala LIPI ternyata tidak menepati janji untuk menghentikan reorganisasi dan redistribusi sesuai dengan kesepakatan yang telah diambil oleh kedua belah pihak dan imbauan tersebut," kata perwakilan profesor dan peneliti LIPI, Hermawan Sulistyo, di gedung Widya Graha lantai 7, LIPI, Jalan Jenderal Gatot Subroto, Jakarta, Kamis (28/2).
(fdu/knv)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed