detikNews
Jumat 01 Maret 2019, 18:08 WIB

Bupati Tatu Ingin Pantai Anyer-Cinangka Berkonsep Wisata Syariah

Robi Setiawan - detikNews
Bupati Tatu Ingin Pantai Anyer-Cinangka Berkonsep Wisata Syariah Foto: dok. Pemkab Serang
Jakarta - Pemerintah Kabupaten Serang meminta Pemerintah Provinsi Banten dan pemerintah pusat maksimal melakukan penataan ulang wisata Pantai Anyer-Cinangka pascatsunami Selat Sunda. Bahkan Pemkab Serang ingin wisata pantai di Kabupaten Serang tersebut berkonsep wisata syariah.

Bupati Serang Ratu Tatu Chasanah mengatakan Kabupaten Serang dan Provinsi Banten pada umumnya memiliki banyak potensi wisata religi, mulai kawasan Syekh Nawawi Albantani Tanara, situs Sultan Ageng Tirtayasa, hingga makam Brigjen KH Syam'un.

"Mayoritas penduduknya beragama Islam. Sudah cukup lama wacana wisata syariah ini berkembang, karena tidak hanya di Kabupaten Serang, tapi juga di Banten. Kita termasuk daerah yang berpotensi dikembangkan kawasan wisata syariah," kata Tatu dalam keterangan tertulis, Jumat (1/3/2019).


Menurut Tatu, kawasan strategis wisata religi yang sudah ada perlu disesuaikan dengan wilayah Pantai Anyer-Cinangka.

Lebih lanjut ia mengatakan Bali tidak bisa diubah sebagai kawasan wisata syariah karena kental dengan kawasan wisata turis-turis negara Barat.

"Bila di Bali kan pengunjung atau turis bebas mau melakukan apa, seperti menggunakan bikini. Namun di Kabupaten Serang tidak boleh karena lingkungan muslim dan sudah ditetapkan daerah wisata syariah. Tinggal pengembangannya saja," ujarnya.

Tatu mengatakan, pascatsunami Selat Sunda, pembenahan wisata Pantai Anyer-Cinangka bisa dilakukan secara optimal. Namun perlu didukung oleh program dari Pemprov Banten dan pemerintah pusat.

"Kami menyambut program rehabilitasi Pantai Anyer-Cinangka, bersama kawasan wisata pantai di Kabupaten Pandeglang. Namun lebih baik jika rehabilitasi sejalan dengan konsep wisata syariah," ujarnya.

Pemkab Serang, lanjutnya, akan membangun kawasan wisata religi di Kecamatan Tanara, berupa pembangunan Islamic Centre Syekh Nawawi Albantani.

"Akan menjadi tempat dan kawasan pengembangan ilmu pengetahuan dalam dunia Islam, terutama kajian tentang kitab-kitab kuning. Lahan sudah siap, desain juga siap, tinggal proses pembangunan," ujarnya.


Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Serang Rahmat Fathoni mendukung program wisata syariah yang bisa dioptimalkan di Kabupaten Serang.

"Konsep wisata syariah, misalnya, jangan sampai keasyikan berwisata jadi melupakan tanggung jawab sebagai muslim untuk salat lima waktu," ujar Rahmat.
(ega/mul)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com