detikNews
Jumat 01 Maret 2019, 16:42 WIB

Novel Bamukmin: Kalau KPU Tidak Netral, Kita Wajib Bubarkan

Arief Ikhsanudin - detikNews
Novel Bamukmin: Kalau KPU Tidak Netral, Kita Wajib Bubarkan Ketua Media Center PA 212 Novel Bamukmin berorasi di atas mobil komando. (Bil Wahid/detikcom)
Jakarta - Ketua Media Center PA 212 Novel Bamukmin meminta KPU netral sebagai penyelenggara Pemilu 2019. Dia menyebut KPU wajib dibubarkan jika tidak netral.

"Kita mendatangi KPU, tak lain tidak bukan tuntut keadilan. Betul? Siap tegakkan keadilan? Siap tegakkan persatuan? Takbir!" kata Novel di atas mobil komando di depan kantor KPU, Jalan Imam Bonjol, Jakarta Pusat, Jumat (1/3/2019).


Novel mengklaim masyarakat saat ini sudah mengalami krisis kepercayaan. Oknum aparat, baik sipil maupun Polri, disebut Novel dipertanyakan netralitasnya.

"Mereka oknum aparat, baik sipil Polri kita pertanyakan netralitas. Pada 2014 jadi saksi dan punya bukti adalah yang melakukan curang adalah yang digaji oleh rakyat. Kalau KPU tidak netral, kita wajib bubarkan KPU. Siap bubarkan KPU? Takbir!" ujarnya.

Novel lalu kembali bicara soal oknum-oknum yang menurutnya seharusnya netral tapi tidak netral. Dia pun menyebut gubernur hingga menteri sudah tidak netral.

"Gubernur sudah tidak netral. Saya laporkan ke Bawaslu bagaimana Menteri Agama tidak netral, Menteri Tenaga Kerja tidak netral, gubernur tidak netral, camat-camat. Mereka terang-terang sudah dukung nomor 1," ujarnya.

Novel juga menyinggung soal orang dengan gangguan jiwa masuk Daftar Pemilih Tetap. Novel mengatakan keikutsertaan itu baru pertama kali terjadi dalam sejarah.

"Luar biasa, baru dalam sejarah orang gila ikut pemilu. Saya tanya, yang ikut sertakan orang gila dalam pemilu waras atau tidak? Kalau KPU tidak waras, bahaya atau tidak? Kalau orang gila bagaimana kita percaya? Dalam Islam aja dia tidak wajib salat. Masa orang gila bisa memilih, goblok tidak? Goblok tidak?" tuturnya.


Karena itu, Novel meminta massa mengawasi kotak suara saat pemilihan nanti. Dia minta kotak suara itu disimpan di Kodim atau Koramil.

"Selesai salat subuh, jangan pulang kita tungguin sampai selesai. Jangan hanya itu, pas kotak masuk kecamatan kita tongkrongin. Kita minta kotak disimpan di Kodim atau Koramil. Kita tidak percaya terhadap camat-camat, betul?" pungkasnya.


Simak Juga 'Massa FUI Putihkan KPU':

[Gambas:Video 20detik]



(idh/hri)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed