detikNews
Kamis 28 Februari 2019, 14:04 WIB

HNW Nasihati Ratna Sarumpaet: Tak Perlu 2 Jari, Fokus Proses Hukum

Nur Azizah Rizki Astuti - detikNews
HNW Nasihati Ratna Sarumpaet: Tak Perlu 2 Jari, Fokus Proses Hukum Ratna Sarumpaet menjalani sidang perdana kasus hoax penganiayaan. (Grandyos Zafna/detikcom)
Jakarta - Wakil Ketua Dewan Penasihat Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Hidayat Nur Wahid, menyebut gestur dua jari Ratna Sarumpaet tak ada hubungannya dengan Prabowo-Sandiaga.

"Pertama, saya yakin kita nggak ada hubungannya dengan Bu Ratna Sarumpaet. Tapi semua orang juga punya hak untuk menampilkan dua jari, satu jari, sepuluh jari, itu semua adalah hak semua bangsa," kata Hidayat di gedung DPR, Senayan, Jakarta, Kamis (25/2/2019).

Hidayat menyebut kasus hoax penganiayaan Ratna Sarumpaet jelas merugikan pendukung Prabowo-Sandiaga.

"Misalnya kan sudah sangat jelas perilaku beliau, yang amat sangat dirugikan adalah dalam tanda kutip 'pendukung' Pak Prabowo, Pak Amien Rais, atau Pak Fadli Zon, pihak-pihak di kubu di dua jari. Kalau beliau melakukan hal itu, akan semakin mengesankan tentang hal yang kemudian seolah-olah ini ada kaitannya dengan Prabowo dan Sandi. Jadi menurut saya, hal semacam itu tidak dilakukan," ujar Hidayat.


Hidayat menyarankan agar Ratna berfokus menghadapi kasusnya tanpa perlu menampilkan gestur dua jari. Hidayat meminta Ratna bertanggung jawab terhadap risiko dari perbuatannya.

"Harusnya beliau fokus saja, tidak perlu menampilkan satu jari, dua jari, tiga jari. Sudah fokus aja membela dirinya untuk kemudian mengikuti proses hukum, untuk kemudian dan kalau ternyata beliau betul-betul melakukan pembohongan ini untuk kepentingan apa, silakan dibuka. Dan risikonya beliau yang sudah menyatakan dengan amat sangat dahsyat waktu itu, beliau wajar untuk berani mengambil tanggung jawabnya," ungkapnya.


Ratna dalam persidangannya juga sempat menyinggung ketegangan penyidikan dan mengaitkannya dengan politik. Hidayat sekali lagi menegaskan hal itu tak ada hubungannya dengan BPN dan Prabowo-Sandiaga.

"Memang ini tahun politik, semua orang bisa mengaitkan dengan politik. Tapi itu nggak ada urusannya dengan BPN dan nggak ada urusannya dengan Pak Prabowo dan Pak Sandi. Sekali lagi, beliau sudah sangat merugikan Prabowo-Sandi dan seharusnya beliau tidak menambah masalah lagi," tegasnya.

Ratna di ruang sidang mengacungkan salam dua jari sebelum persidangan. Ratna Sarumpaet didakwa membuat keonaran dengan menyebarkan hoax penganiayaan. Ratna disebut sengaja membuat kegaduhan lewat cerita dan foto-foto wajah yang lebam dan bengkak yang diklaim sebagai penganiayaan.


Ratna Sarumpaet juga bicara soal 'politik' dalam perkara yang membawa dirinya sebagai terdakwa hoax penganiayaan. Ratna Sarumpaet meminta agar perkaranya diungkap terang benderang lewat persidangan.

"Saya sebenarnya, saya salah, oke. Tetapi sebenarnya yang terjadi di lapangan, di penyidikan, ada ketegangan luar biasa bahwa memang ini politik. Saya berharap persidangan ini, dengan semua unsur yang ada di sini, marilah kita menjadi hero untuk bangsa. Kalau saya dipenjara, nggak masalah. Di atas segalanya, hukum bukan kekuasaan," tegas Ratna Sarumpaet dalam sidang perdana di PN Jaksel.



Saksikan juga video 'Pengacara Ajukan Ratna Sarumpaet Tahanan Kota':

[Gambas:Video 20detik]


(azr/fdn)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com