detikNews
Selasa 26 Februari 2019, 12:40 WIB

Sandi Gagal Wujudkan Wisata Halal DKI, Kini Usulkan di Bali

Andi Saputra - detikNews
Sandi Gagal Wujudkan Wisata Halal DKI, Kini Usulkan di Bali Foto: Sandiaga Uno (Dok. Tim Sandiaga Uno)
Denpasar - Cawapres Sandiaga Uno mengusulkan Bali menerapkan wisata halal. Hal itu ditentang masyarakat Bali. Ini bukan ide pertama kali.

Berdasarkan catatan detikcom, Selasa (26/2/2019), usulan Sandi pernah dilontarkan saat menjadi Wagub DKI Jakarta. Sandiaga memprediksi jika target satu juta wisatawan tercapai peluang transaksi ekonomi yang bisa tercipta sebesar Rp 40 triliun.

"Target sudah jelas menghadirkan satu juta wisatawan halal lima tahun ke depan. Satu juta wisatawan halal menjemput peluang ekonomi pariwisata halal senilai Rp 30-40 triliun di tahun 2020. Siap? Siap nggak?" kata Sandiaga saat sambutan dalam acara pertemuan pengusaha wisata halal di Hotel Grand Cempaka, Cempaka Putih, Jakarta Pusat, Sabtu (2/6/2018).

Sandiaga yakin target satu juta wisatawan halal akan tercapai. Menurutnya, Jakarta memiliki fasilitas-fasilitas yang membantu merealisasikan target tersebut.

"Kami mampu dan insyaallah pasti bisa. Setuju? Kami punya 40 Ribu lebih kamar hotel. 40 Ribu di Jakarta. Ada 5 ribu lebih masjid dan musala. 17.000 Makanan dan minuman bersertifikat halal. 200 Destinasi wisata, 170 mall," papar Sandiaga

Sandiaga menilai salah satu kunci kesuksesan dalam berusaha yakni saling berkolaborasi, bukan 'sikut-sikutan'. Wagub usungan Partai Gerindra dan PKS mengingatkan para pengusaha wisata halal untuk saling bekerjasama.

"Sudah banyak mal yang ikut juga sebagai mall syariah dan mall yang sadar zakat. Ratusan destinasi ziarah, belum tersertifikasi dan lebih penting, semuanya ini punya kita. Punya Jakarta, punya masyarakat semua. Punya anda semua, para pelaku usaha bisnis halal," imbuh dia.

Tapi belum idenya terwujud, ia buru-buru meninggalkan kursi Wagub DKI. Ia memilih mengejar kursi cawapres mendampingin Prabowo Subianto. Nah, dalam kampanyenya di Bali, lagi-lagi ia mengusulkan wisata halal, kali ini di Bali.

"Prabowo-Sandi fokus untuk memberdayakan UMKM, meningkatkan kewirausahaan dan di Bali sendiri pariwisata kita harapkan pariwisata akan lebih baik dan multiplayer-nya banyak sekali kepada UMKM. Salah satunya juga pariwisata halal, banyak potensinya, dan sekarang banyak diambil oleh Bangkok, Thailand," kata Sandiaga di Hotel Alkyfa, Jl Pura Demak, Pemecutan Klod, Denpasar, Bali, Minggu (24/2).

Sontak usulan ini mendapat tentangan dari masyarakat setempat. Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Bali Anak Agung Yuniartha menolak wacana itu.

"Ya nggak mungkinlah, kita sudah mengiklankan sebagai pariwisata budaya sesuai Perda Nomor 2 Tahun 2012," kata Yuniartha.

Bagaimana kata Gubernur Koster? Ia langsung bilang tidak dengan usulan Sandiaga itu.

"Saya kira untuk Bali sudah ada branding-nya sesuai kearifan lokal Bali. Karakter Bali yaitu pariwisata berbasis budaya. Saya kira nggak perlu lagi kita mengembangkan branding yang lain justru itu akan mempersempit dan mengecilkan branding sejenis yang sudah ada di Bali, wisata budaya," ujar Koster di Kantor Wilayah Badan Pertanahan Nasional Bali, Jl Tjok Agung Tresna, Denpasar, Bali, Selasa (26/2/2019).


Saksikan juga video 'Restoran Nonhalal Boleh Eksis di Wisata Halal Pemprov DKI':

[Gambas:Video 20detik]


(asp/rvk)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed