DetikNews
Senin 25 Februari 2019, 21:21 WIB

Tim Jaguar Tangkap Puluhan Preman yang Ganggu Proyek Tol Cijago

Matius Alfons - detikNews
Tim Jaguar Tangkap Puluhan Preman yang Ganggu Proyek Tol Cijago Puluhan preman ditangkap di samping proyek Tol Cijago (Matius Alfons/detikcom)
Depok - Tim Jaguar Polresta Depok mengamankan puluhan preman di Jalan Pelni, Sukmajaya, Kota Depok. Preman-preman itu diamankan karena kerap menghalang-halangi pembangunan proyek Jalan Tol Cijago.

Kepala Tim Jaguar Polresta Depok Iptu Winam Agus mengatakan para preman itu diamankan di markas mereka yang ada di samping Tol Cijago di Jalan Pelni, Sukmajaya, Kota Depok, siang tadi. Sejumlah senjata tajam disita polisi di lokasi tersebut.

Winam mengatakan proyek Tol Cijago terhambat karena ulah para preman. Mereka mengklaim sepenggal lahan tersebut merupakan milik mereka.

"Sepenggal Jalan di Jalan Pelni untuk jalan tol masih tidak bisa dibebaskan. Untuk itu, kami pengamanan di sana dalam rangka pengerjaan jalan tol tersebut," kata Winam kepada wartawan di Mapolresta Depok, Jalan Margonda Raya, Depok, Senin (25/2/2019).

Para pelaku mengklaim lahan yang mereka duduki adalah miliknya. Namun mereka tidak bisa menunjukkan surat-surat sah atas kepemilikan lahan tersebut.

"Mereka mengaku itu tanah mereka, mereka mungkin mencari sesuatu dari jalan itu, padahal mereka nggak punya surat sah, tidak ada, beberapa kali kita didatangi," sambungnya.



Para pelaku juga kerap mengintimidasi pekerja proyek sehingga pekerjaan proyek terusan Tol Cijago terhambat. Setidaknya ada 20 orang yang menempati lahan tersebut.

"Selama ini mereka intimidasi pegawai tol dalam pelaksanaan pengerjaan bangunan tol tersebut. Bayangkan saja dari Cisalak sampai Cinere itu dimulai tahun 2005 sampai 2018 belum selesai. Jalan Tol Surabaya saja 4 tahun selesai. Nah mereka mereka ini yang menghambat, oknum mereka ini menghambat kuasai lahan seakan-akan tidak tersentuh hukum," tuturnya.

Para pelaku mempersenjatai diri dengan senjata tajam untuk menakut-nakuti pekerja proyek maupun warga setempat. Mereka mengganggu sejak awal proyek tol dibangun.

"Menurut cerita dari masyarakat sekitar, ya mereka mau menganiaya, mau membacok pegawai-pegawai pekerja tol tersebut, kasihan selama sekian tahun mereka lakukan itu," ungkapnya.



(mea/mea)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed