detikNews
Senin 25 Februari 2019, 19:48 WIB

Ketum PEPES Bantah Arahkan Emak-emak Kampanye Hitam ke Jokowi

Indah Mutiara Kami - detikNews
Ketum PEPES Bantah Arahkan Emak-emak Kampanye Hitam ke Jokowi Video kampanye hitam jokowi-ma'ruf (Foto: Tangkapan layar video viral)
Jakarta - Partai Emak-emak Pendukung Prabowo-Sandi (PEPES) angkat bicara soal 3 emak-emak yang diamankan di Karawang, Jawa Barat karena diduga terkait video kampanye hitam terhadap capres Joko Widodo (Jokowi). PEPES menegaskan arahan PEPES bukan seperti demikian.

Hal itu disampaikan Ketum PEPES, Wulan, lewat akun Twitter @swulll, Senin (25/2/2019). Nama dan jabatan Wulan juga tercantum sebagai ketum di akun Twitter @PEPESOFFICIAL.

"Assalamualaikum, menanggapi isu isu yang beredar maka jawaban saya sebagai berikut. Prinsipnya kami selalu mengarahkan relawan PEPES untuk lakukan kampanye positif, jika ada yang beredar seperti itu dipastikan bukan arahan @PEPESOfficial. Mohon tidak memperkeruh apalagi mendiskriditkan," ungkap Wulan.



Sebagai relawan, Wulan menyebut PEPES berjuang secara swadaya, selalu berkampanye positif, dan selalu taat hukum. Dia mencontohkan semua kegiatan PEPES selalu dilaporkan ke Bawaslu dan positif meski bukan caleg.

"Coba relawan 01, lapor Bawaslu nggak?" tulisnya.



Wulan mengatakan saat ini emak-emak yang diamankan di Karawang sudah didampingi tim advokasi dari Bang Japar, Fahira Idris, ACTA, hingga Habiburokhman. Dia juga mengirim semangat untuk emak-emak yang diamankan.

"Support saya selalu buat emak Citra dan emak-emak seluruh Indonesia yang berjuang demi perubahan, emak-emak lah yang paling jujur untuk bersuara, berjuang demi bangsa #IndonesiaMenang," kata Wulan.

"Kami ulangi, supaya jelas, bukan SOP @PEPESOfficial kampanye Hitam, kita fokus pada program positif Prabowo-Sandi. Kalau ada yang lakukan itu sudah pasti bukan arahan @PEPESOfficial!" tegasnya.



Sebelumnya warga Karawang dibuat geger dengan video aksi sosialisasi berisi kampanye hitam terhadap Jokowi-Ma'ruf yang viral di media sosial. Sebab, diduga kuat peristiwa dalam video itu terjadi di Karawang.

Dalam video yang beredar, dua orang perempuan tersebut berbicara dalam bahasa sunda saat kampanye door to door. Warga diyakini bahwa Jokowi akan melarang azan dan membolehkan pernikahan sesama jenis.

Polisi dari Polda Jabar kemudian mengamankan tiga wanita yang berinisial ES, IP dan CV, yang semuanya warga Kabupaten Karawang. Ketiganya kini sedang dalam tahap awal pemeriksaan
(imk/tor)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed