detikNews
Senin 25 Februari 2019, 18:30 WIB

TKN: Jokowi Dilindungi Tuhan dari Kampanye Hitam Emak-emak

Elza Astari Retaduari - detikNews
TKN: Jokowi Dilindungi Tuhan dari Kampanye Hitam Emak-emak Tiurmaida Tampubolon (Dok. Pribadi)
Jakarta - Tiga ibu-ibu ditangkap polisi di Karawang karena diduga melakukan kampanye hitam terhadap capres petahana Joko Widodo. Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma'ruf Amin mendukung langkah cepat polisi menyelidiki kasus tersebut.

"Video itu jelas-jelas merupakan kampanye hitam. Tindakan brutal untuk menjatuhkan Pak Jokowi-Ma'ruf. Kampanye hitam yang tidak didasarkan pada fakta. Jelas-jelas fitnah yang tentu saja berpotensi mengarah pada tindak pidana," ungkap influencer TKN Jokowi-Ma'ruf, Tiurmaida Tampubolon, kepada wartawan, Senin (25/2/2019).

Tiur meminta polisi mengusut tuntas siapa dalang di balik pengerahan emak-emak yang secara door to door memfitnah Jokowi. Apa pun alasannya, kata dia, tidak bisa dibenarkan.

"Black campaign yang sungguh brutal karena tidak ada kebenarannya, diada-adakan sama dengan fitnah keji. Cara-cara keji dan brutal seperti itu tidak boleh terjadi. Pelakunya harus segera diproses hukum karena itu adalah tindak pidana," ucap Tiur.


Meski ada serangan kampanye hitam, Wasekjen Hanura ini meyakini tak akan banyak berdampak terhadap Jokowi. Menurut Tiur, masyarakat sudah pintar menilai sosok pemimpin yang bisa membawa kesejahteraan.

"Kami percaya, karena Jokowi orang baik, maka Tuhan pasti menjaganya dan tetap memenangkan hati rakyat yang ingin Presiden dan wapres sosok yang baik seperti Jokowi-Ma'ruf," tambahnya.

Seperti diketahui, polisi dari Polda Jawa Barat menahan tiga wanita terkait video kampanye hitam terhadap pasangan Jokowi-Ma'ruf Amin. Ketiganya diduga berada dalam video kampanye yang viral itu.

Dalam video yang beredar, dua perempuan tersebut berbicara dalam bahasa Sunda saat kampanye door to door. Warga diyakinkan bahwa Jokowi akan melarang azan dan membolehkan pernikahan sesama jenis.


Merespons penahanan tiga emak-emak itu oleh polisi, Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno menggelar rapat dengan jajaran pimpinan relawan Partai Emak-emak Pendukung Prabowo-Sandi (PEPES). BPN menegaskan tak pernah menginstruksikan PEPES untuk melakukan kampanye hitam.

"Tidak ada instruksi, memang relawan PEPES terdaftar di direktorat relawan Prabowo-Sandiaga. Memang meminta melakukan sosialisasi," kata Direktur Hukum dan Advokasi BPN Prabowo-Sandiaga, Sufmi Dasco Ahmad, Senin (25/2).

BPN Prabowo-Sandiaga pun berkoordinasi dengan pihak PEPES terkait dengan penangkapan 3 emak-emak tersebut. Hanya, Dasco belum bisa memastikan apakah pihaknya akan memberikan bantuan hukum atau tidak.

"Kita belum tahu salah atau nggak. Ini sementara sedang ada rapat koordinasi antara pimpinan pusat PEPES dengan Direktorat Advokasi Prabowo-Sandi di Jakarta," ujar Waketum Gerindra tersebut.


Simak Juga '3 Emak Diciduk Polisi Terkait Video Kampanye Hitam ke Jokowi-Ma'ruf':

[Gambas:Video 20detik]




Ikuti perkembangan Pemilu 2019 hanya di sini.
(elz/tor)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed