detikNews
Senin 25 Februari 2019, 15:35 WIB

Jokowi Tunggu Pengembalian Konsesi Tanah, BPN Singgung Erick Thohir dan Luhut

Nur Azizah Rizki Astuti - detikNews
Jokowi Tunggu Pengembalian Konsesi Tanah, BPN Singgung Erick Thohir dan Luhut Hidayat Nur Wahid (Foto: Dok. MPR RI)
Jakarta - Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno meminta para pendukung capres petahana Joko Widodo (Jokowi) melaksanakan apa yang diminta Jokowi soal pengembalian konsesi lahan. BPN menilai karena hal tersebut disampaikan Jokowi dalam acara internal, harusnya pendukung Jokowi lah yang pertama kali mendengar.

"Menurut saya karena pernyataan itu disampaikan di acara internal komunitas 01 pastilah kemudian beliau, omongan beliau itu didengar dan disampaikan langsung kepada mereka-mereka yang ada di sekitar beliau," kata Wakil Ketua Dewan Penasihat BPN Hidayat Nur Wahid di kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (25/2/2019).

"Kan dan di sekitar beliau ternyata ada Pak Erick Thohir yang ternyata menguasai konsesi lahan yang jauh lebih banyak daripada yang di Pak Prabowo, kemudian juga Pak Luhut Binsar Panjaitan juga mempunyai. Jadi pertama kali mendengar dan pertama kali diperdengarkan kepada mereka," imbuhnya.



Hidayat mengatakan seharusnya Jokowi memulai dari lingkaran terdekatnya. Ia juga meminta agar dibuat aturan yang jelas mengenai pengembalian hak guna usaha (HGU) yang akan dibagikan ke rakyat.

"Tapi karena ini negara hukum haruslah dibuat tentang bagaimana cara mengembalikan hak guna usaha itu. Jangan mengembalikan ke mana balikinnya nggak jelas. Jangan mengembalikan kemudian kalau mau dibagi ke rakyat Indonesia, baginya juga gimana. Jadi sekali lagi pernyataan beliau disampaikan di lingkungan beliau sendiri karenanya itu didengarkan, diperdengarkan pada mereka. Harusnya sebagai pengikut yang baik merekalah yang pertama kali yang melaksanakan apa yang imbauan Pak Jokowi. Jangan orang lain melaksanakan sementara Anda sendiri tidak melaksanakan," tegasnya.

Meskipun demikian, Hidayat tak ingin menganggap pernyataan Jokowi sebagai 'senjata makan tuan'. Politikus PKS ini tak ingin menggunakan terminologi 'perang total' dalam pemilu dan ingin menghadirkan optimisme.

"Optimismenya adalah pernyataan beliau itu ditaati oleh pendukung beliau. Nah, pernyataan beliau bisa diartikan demikian karena itu disampaikan kepada mereka secara langsung, disampaikan, didengar langsung oleh mereka. Kalau Pak Prabowo paling kan dengarnya melalui media, belum tentu itu seperti yang dimau Pak Jokowi," tuturnya.

"Tapi kalau pendukung Pak Jokowi langsung mendengar langsung dari Pak Jokowi langsung tuh, dan pasti mengerti apa yang dimaksud oleh Pak Jokowi. Karenanya sangat baik kalah pendukung Pak Jokowi melaksanakan sindiran dan atau permintaan Pak Jokowi, memberi teladan yang menghadirkan optimisme bahwa Pak Jokowi masih didengar oleh para pendukungnya sendiri," ucap Hidayat.



Sebelumnya, Jokowi menyinggung penerima konsesi besar dan dia menunggu si pemilik mengembalikannya ke negara. Jokowi lalu menyindir penerima konsesi (pemberian hak izin tanah oleh pemerintah) dengan luas yang besar.

"Kalau ada konsesi besar yang ingin dikembalikan ke negara, saya tunggu. Saya tunggu, saya tunggu sekarang. Dan akan, dan akan saya bagikan untuk rakyat kecil. Karena masih banyak rakyat yang membutuhkan," ucap Jokowi.


Saksikan juga video 'Jokowi Tantang Penerima Konsesi Besar Kembalikan Tanah Negara':

[Gambas:Video 20detik]


(azr/imk)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com