DetikNews
Jumat 22 Februari 2019, 16:26 WIB

Luhut Serang soal Harga Telur, BPN: Prabowo Tak akan Buat Petani-Peternak Rugi

Tsarina Maharani - detikNews
Luhut Serang soal Harga Telur, BPN: Prabowo Tak akan Buat Petani-Peternak Rugi Suhendra Ratu Prawiranegara (dok. pribadi)
Jakarta - Menko Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan menyindir soal sosok yang akan menurunkan harga beras hingga telur dalam kurun 100 hari. Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno berbicara tentang jalur distribusi yang bermasalah.

"Selama ini yang terjadi atas harga bahan pokok, letak persoalannya ada pada jalur distribusi," kata juru bicara BPN Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Suhendra Ratu Prawiranegara, kepada wartawan, Jumat (22/2/2019).

"Pelaku distribusi banyak mengambil keuntungan atas harga bahan pokok. Mereka beli dari petani dengan harga rendah, lalu menjualnya dengan harga yang tinggi," sambungnya.


Suhendra mengatakan perhatian Prabowo diletakkan pada persoalan kontrol distribusi itu. Menurut dia, jalur distribusi yang tak terkontrol merugikan konsumen, khususnya emak-emak.

Di lain sisi, Suhendra menegaskan kesejahteraan petani dan peternak tak dilupakan oleh pasangan nomor urut 02 itu. Ia menyebut petani dan peternak harus mendapatkan keuntungan sepadan.

"Jadi dalam hal ini, pihak yang dirugikan adalah para petani (produsen) dan para pembeli (konsumen). Terutama emak-emak. Ini yang dimaksudkan Pak Prabowo sangat mungkin untuk menurunkan harga bahan pokok, tapi tidak membuat para petani dan peternak rugi, mereka harus dapatkan keuntungan yang sepadan," ujar Suhendra.


Menurut Suhendra, pemerintah gagal mengontrol jalur distribusi ini. Karena itu, stabilitas harga bahan pokok tak terjaga.

"Hanya buktinya pemerintah sekarang ini tidak mampu mengontrol jalur distribusi tersebut, juga tidak mampu menjaga stabilitas harga bahan pokok," tuturnya.

Sebelumnya, Luhut menyinggung tokoh yang berjanji menurunkan harga beras hingga telur dalam waktu 100 hari. Dia menilai justru yang terpenting adalah titik keseimbangan.

Luhut mengatakan, jika harga bahan pangan dipaksa diturunkan, nasib petani dan peternak justru akan tertekan. "Orang bilang mau nurunin beras, beras diturunin beras, gula diturunin, telur murah, lah petaninya? Kalau berasnya terlalu murah, ya, cost-nya ada," ujar Luhut di Auditorium Centre for Strategic and International Studies (CSIS), Jakarta.


Janji soal penurunan harga telur itu disampaikan Prabowo di hadapan emak-emak yang tergabung dalam Forum Komunikasi Majelis Ta'lim (FKMT) serta relawan Aliansi Pencerah Indonesia (API). Dia berjanji akan menurunkan harga telur dalam program 100 hari kerja jika terpilih menjadi presiden 2019-2024.

"Kita akan bekerja untuk emak-emak semuanya. Insyaallah kalau hitungan saya harga daging, harga telur, harga ayam, bisa kita turunin dalam 100 hari pertama. Harga beras saya juga feeling hitungan saya bisa kita turunkan," tegas Prabowo di Desa Bojong Koneng, Bukit Hambalang, Babakan Madang, Bogor, Jumat (8/2).


Simak Juga 'Luhut: Saya Juga Punya Tanah, Nggak Dirahasiakan':

[Gambas:Video 20detik]


(tsa/elz)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed