DetikNews
Kamis 21 Februari 2019, 20:01 WIB

Fadli Sebut Ahmad Dhani Korban Operasi Politik, Polri Bicara Fakta Hukum

Audrey Santoso - detikNews
Fadli Sebut Ahmad Dhani Korban Operasi Politik, Polri Bicara Fakta Hukum Gedung Mabes Polri/Foto: Rengga Sancaya
Jakarta - Wakil Ketua Umum Partai Gerindra, Fadli Zon, menyebut Ahmad Dhani sebagai korban operasi politik. Polri menegaskan penegakan hukum dilakukan sesuai aturan.

"Apa yang disampaikan pendapat, berdasarkan persepsi orang per orang. Silahkan saja berpersepsi," kata Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karo Penmas) Divisi Humas Polri Brigjen Dedi Prasetyo di Mabes Polri, Jalan Trunojoyo, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Kamis (21/2/2019).

Dedi mengatakan penegakan hukum atas perbuatan Dhani berdasarkan fakta hukum dan sudah melewati proses analisis. Kasusnya diteliti jaksa dan sampai di meja hijau.

"Proses penyelidikan itu berpijak pada fakta hukum yang sudah dianalisa, bisa dijadikan barang bukti pada saat persidangan. Itu yangpenting. Polisi melakukan penyidikan sesuai fakta hukum. Buktinya, dia sudah divonis, terbukti perbuatan melawan hukumnya," terang Dedi.






Dedi menyampaikan proses hukum yang dijalani Dhani bersifat transparan dan adil. Bila ada pihak yang keberatan dengan proses itu, lanjut Dedi, maka Kitab Undang-undang Hukum Acara Pidana (KUHAP) mengatur hak konstitusional individu yang terjerat perkara.

"Pengadilan terbuka, adil, transparan dan silahkan klapau dia merasa terganggu menyangkut masalah hak konstitusionalnya, dia bisa mengajukan sidang praperadilan. Dia bisa mengajukan keberatan saat persidangan," tandas Dedi.

Sebelumnya Fadli menyebut ada operasi politik yang bertujun merugikan partainya. Salah satu hal yang dinilai merugikan partainya adalah terjeratnya Dhani dalam beberapa kasus pidana.

"Saya kira menjadi bagian dari suatu operasi politik. Operasi politik untuk merugikan Gerindra, karena dengan begitu, kita kehilangan salah satu jurkam. Dan yang bersangkutan (Ahmad Dhani) sendiri adalah caleg yang juga berkampanye untuk dirinya dan untuk partai," kata Fadli Zon kepada wartawan usai melakukan kunjungan kerja ke Rutan Klas I Surabaya, Medaeng, Sidoarjo, Rabu (20/2).






Tidak hanya merugikan partai, Fadli juga melihat efek besar yang diterima Capres dan Cawapres nomor urut 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, atas ditahannya Dhani.

"Ini juga operasi politik terhadap Prbowo-Sandi. Karena yang bersangkutan saudara Ahmad Dhani adalah jurkam juga untuk Prabowo-Sandi. Jadi ini adalah operasi politik," ujar Fadli .
(aud/fdn)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed