DetikNews
Selasa 19 Februari 2019, 05:54 WIB

Panasnya Debat Pilpres Merembet ke Pinggir Panggung

Elza Astari Retaduari, Dwi Andayani, Lisye Sri Rahayu - detikNews
Panasnya Debat Pilpres Merembet ke Pinggir Panggung Jokowi dan Prabowo di atas panggung debat (Akbar Nugroho Gumay/Antara Foto)
Jakarta - Bukan hanya di atas panggung suasana panas terjadi saat debat kedua Pilpres 2019. Ada momen panas juga di pinggir panggung debat antara kubu Joko Widodo dan Prabowo Subianto.

Debat kedua Pilpres 2019 sempat memanas saat Jokowi menyinggung lahan milik Prabowo di Kalimantan Timur dan Aceh Tengah saat merespons pertanyaan Ketum Gerindra itu soal pembagian sertifikat tanah. Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandiaga Uno rupanya sempat melakukan protes saat break segmen berlangsung.

Beberapa anggota BPN Prabowo-Sandiaga menghampiri kursi komisioner KPU dan Bawaslu di bagian depan. Beberapa di antaranya Priyo Budi Santoso, Maher Algadri, Putra Jaya Husin, dan Jansen Sitindaon.

Momen tersebut diabadikan dalam sebuah video oleh tim BPN, lalu di-posting Wasekjen Partai Demokrat (PD) Andi Arief. Dalam video berdurasi 45 detik itu, terlihat sejumlah anggota BPN Prabowo-Sandiaga menghampiri deretan kursi komisioner KPU dan Bawaslu di ruangan debat di The Sultan Hotel, Jakarta.


"Kita minta KPU menegur Pak Jokowi sekarang karena apa yang disampaikan Pak Jokowi adalah salah," ujar salah satu anggota BPN Prabowo ke pihak KPU.

Momen tersebut juga membuat Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma'ruf Amin mendatangi kerumunan. Terlihat di antaranya Aria Bima, Bahlil Lahadalia, dan Raja Juli Antoni.

"Dia menyerang pribadi, kita juga bisa," kata Maher Algadri kepada Aria Bima. Aria Bima lalu menenangkan Maher.

Saat suasana memanas, Luhut, yang duduk bersama barisan para menteri lainnya, juga terlihat maju. Tak jelas apa yang disampaikan purnawirawan Kopassus itu. Hanya, ekspresi Luhut terlihat tegang. Beberapa orang tampak menenangkannya hingga akhirnya Luhut kembali duduk.

Putra Jaya Husin menjelaskan soal momen yang cukup membuat tegang suasana tersebut. Menurutnya, BPN Prabowo-Sandiaga tidak protes kepada TKN Jokowi-Ma'ruf, melainkan kepada KPU dan Bawaslu sebagai penyelenggara pemilu.


"Kita protes keras ke Bawaslu, ke KPU, harus menegur pihak 01. Pak Luhut ikut terpancing emosi dan maju juga. Bereaksi karena pihak 02 komplain. Tapi akhirnya Pak Luhut dirangkul supaya duduk," kata Putra Jaya Husin saat dimintai konfirmasi, Senin (18/2/2019).

"Kita kan komplain karena Pak Jokowi menyerang personal. Ini debat soal negara, yang dibahas soal negara, kebijakan pemerintah, nggak ada hubungan Pak Prabowo dengan HGU, punya kolam, nggak ada hubungan dengan personal Pak Prabowo," lanjut politikus PAN itu.

Soal TKN Jokowi-Ma'ruf yang ikutan maju, Aria Bima angkat bicara. Menurut dia, kubu Jokowi maju lantaran sejumlah anggota BPN Prabowo-Sandiaga menunjuk-nunjuk pihak mereka.

"Kita nggak ngerti tiba-tiba BPN kok ada kerumunan yang nunjuk-nunjuk ke kita," kata Aria Bima di Posko Cemara, Menteng, Jakarta Pusat, Senin (18/2/2019).

Karena merasa ditunjuk, Aria, yang saat debat kedua bertugas selaku koordinator floor manager, menghampiri kerumunan tim BPN Prabowo-Sandiaga tersebut. Ternyata mereka menghampiri kursi komisioner KPU untuk memprotes pernyataan Jokowi soal penguasaan lahan oleh Prabowo.

"Karena saya adalah koordinator untuk floor manager. 'Ada apa?' saya tanya. Kan saya kenal semua, teman-teman semua itu. 'Ada apa ini?'. 'Statement Pak Jokowi yang menyerang pribadi dilarang'. 'Ya komplain saja soal mekanismenya'," kata Aria menirukan kembali pembicaraan saat itu.


Aria mengaku saat itu telah meminta semua pihak mundur dan kembali ke kursi masing-masing. "Terus saya bilang, 'Teman-teman, mundur semua, deh'. Ini lebih protesnya teman-teman 02 ke KPU, Bawaslu. Kita bukan sebagai pelaksana, karena kita nggak melihat ada yang salah dari Pak Jokowi," sebut politikus PDIP ini.

Sementara itu, terkait ikut majunya Menko Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan saat kericuhan itu berlangsung, Aria Bima mengaku tak mengetahui alasannya. Namun ia mengaku saat itu meminta Luhut kembali ke tempat duduknya.

"Nah, Pak Luhut saya nggak ngerti tuh, sempat maju iya. 'Ini, ini Pak luhut apa?' saya bilang gitu to. Terus akhirnya Pak Luhut pengin sama, substansinya menjelaskan bahwa ini sudah berlanjut sajalah. Bahwa ini debat silahkan 02 mem-feeding ke Pak Prabowo untuk itu menjadi bagian orkestrasi di debat. Bukan ke tim hore atau tim sukses," tutur Aria.

KPU sudah angkat bicara terkait adanya 'ramai-ramai' di pinggir panggung debat kedua capres. Komisioner KPU Wahyu Setiawan memastikan tak ada pelanggaran tata pelaksanaan debat.

"Kecurangan yang dimaksud itu yang seperti apa? Kalau dari tata laksana debat, itu kita memastikan tidak ada kecurangan. Dari tata laksana debat lo ya," ungkap Wahyu saat dihubungi, Senin (18/2/2019).

Wahyu mengatakan tidak ada pelanggaran dari segi soal hingga proses pengundian dalam pemilihan soal materi debat. Menurutnya, hal teknis yang terjadi dalam debat telah sesuai dengan persetujuan masing-masing pihak.

Namun soal tudingan adanya pelanggaran dari Jokowi karena dianggap menyerang personal Prabowo, KPU menyerahkannya ke Bawaslu. Hal tersebut juga, menurut Wahyu, sudah disepakati oleh BPN Prabowo-Sandiaga.

"Kita menyerahkan kepada Bawaslu apakah yang disampaikan itu termasuk kategori menyerang pribadi atau tidak. Kan, begitu. Dan disepakati pada waktu itu, BPN," tutup Wahyu.



Ikuti perkembangan Pemilu 2019 hanya di sini.
(elz/bar)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed