DetikNews
Senin 18 Februari 2019, 21:07 WIB

Rencana Kejutan Prabowo yang Berujung Kesabaran

Tim detikcom - detikNews
Rencana Kejutan Prabowo yang Berujung Kesabaran Debat capres Jokowi melawan Prabowo (Rengga Sancaya/detikcom)
Jakarta - Publik sempat menanti kejutan apa yang bakal dimunculkan Prabowo Subianto dari panggung debat. Hingga akhirnya debat berlalu semalam, apa kejutan yang ditunjukkan Prabowo?

Semua berawal dari janji yang dilontarkan Andre Rosiade sebagai juru bicara Badan Pemenangan Nasional (BPN). BPN merupakan motor kampanye Prabowo bersama calon wakil presiden (cawapres) pendampingnya, Sandiaga Uno.




"Nanti waktu debat, selain berdebat, Pak Prabowo akan memberikan kejutan yang menarik dan kekinian kepada seluruh pemirsa, seluruh rakyat," kata Andre.

Ucapan Andre itu disampaikannya pada Minggu, 17 Februari 2019, sebelum debat yang dimulai pada hari yang sama. Bukan hanya Andre, koordinator juru bicara BPN Dahnil Anzar Simanjuntak turut menyebutkan mengenai kejutan itu.

"Kejutannya tentu adalah solusi perubahan. Dengan kondisi sekarang ini beliau akan bawa konsepsi tawaran kepemimpinan yang lebih kuat, kepemimpinan yang menawarkan solusi, dan sebagainya," kata Dahnil.

Namun, selepas debat, Prabowo disebut kubu Joko Widodo (Jokowi)-Ma'ruf Amin mengecewakan. Sebab, momentum kejutan yang disebut-sebut sebelumnya--menurut Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma'ruf--tidak muncul.

"Jadi terus terang agak kecewa karena saya tadi sudah sangat mengantisipasi hari ini. Apalagi BPN bilang ini akan ada kejutan, akan seru sekali, apalagi dua-duanya tanpa kisi-kisi, tanpa cawapres masing-masing juga, jadi nggak bisa lempar sana-sini, ternyata hari ini kok kualitasnya beda," ujar anggota Dewan Pengarah TKN Grace Natalie.

Lalu bagaimana penilaian dari netizen?

Melalui PoliticaWave, situs yang memantau percakapan di media sosial, tampak netizen menilai Prabowo lebih pasif jika dibandingkan dengan Jokowi yang 'menggebrak' dengan pertanyaan mengenai unicorn dan lahan yang dikuasai Prabowo di Aceh dan Kalimantan Timur.

Meski belakangan BPN memprotes keras pertanyaan Jokowi soal unicorn karena dianggap menjebak. BPN pun melapor ke Bawaslu dan KPU. Mengenai 'serangan' Jokowi soal lahan yang dikuasai Prabowo pun dinilai BPN sebagai serangan personal yang tidak boleh dilakukan dalam debat.

Terlepas dari itu, tercatat gaya Prabowo yang boleh dikatakan anyar, yaitu ketika memberikan apresiasi terhadap kinerja kabinet Jokowi. Tak tanggung-tanggung, apresiasi itu disampaikan Prabowo tidak kurang dari enam kali meskipun setelahnya ada kata 'tapi' yang disampaikan Prabowo.

Gaya Prabowo yang dinilai lebih santai itu sebenarnya tidak monoton. Sebab, menurut PoliticaWave, ada pula pertanyaan tajam Prabowo ketika menyinggung kebijakan impor yang terus-menerus dilakukan serta pembangunan infrastruktur yang menurutnya dilakukan dengan grusa-grusu (tergesa-gesa).

Meski begitu, serangan-serangan Prabowo dianggap masih kalah dibandingkan dengan serangan yang dilontarkan Jokowi. Setidaknya itu anggapan netizen yang terekam dalam pantauan PoliticaWave.

"Dapat kita simpulkan bahwa Jokowi unggul di semua segmen, baik dari jumlah percakapan maupun dari sentimen percakapan. Isu-isu positif terkait Jokowi disebabkan oleh hal-hal yang substansial terkait tema debat," demikian salah satu poin kesimpulan dari PoliticaWave.




Sementara itu, Prabowo di mata netizen, masih merujuk pada pantauan PoliticaWave, dianggap sering salah atau kurang dalam memaparkan data. Sebagai penantang, Prabowo dianggap kurang terlalu tajam dan bahkan sering menyetujui pernyataan Jokowi.

"Puncaknya adalah terkait luasnya penguasaan lahan Prabowo dan kurang mengerti mengenai unicorn," demikian bagian akhir kesimpulan akhir pemantauan Politicawave.

Namun, menurut BPN, Prabowo tetap tampil oke dalam debat semalam. Meski begitu, puji-pujian yang dilayangkan timses ke Prabowo tak banyak mengenai seputar substansi debat, melainkan lebih pada sifat kesabaran capres 02.

"Pak Prabowo luar biasa ya, saya tidak melihat. Pak Prabowo sekarang memiliki kesabaran yang luar biasa," ujar Dewan Pengarah BPN Zulkifli Hasan, yang juga merupakan Ketum PAN.
(dhn/nvl)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed