DetikNews
Senin 18 Februari 2019, 20:08 WIB

Gerindra Bantah Perusahaan Prabowo di Aceh Bermasalah

Noval Dhwinuari Antony - detikNews
Gerindra Bantah Perusahaan Prabowo di Aceh Bermasalah Ketua DPP Gerindra Ahmad Riza Patria (Noval/detikcom)
Jakarta - Ketua DPP Gerindra Ahmad Riza Patria membantah pernyataan Gubernur Aceh nonaktif Irwandi Yusuf yang menyebut perusahaan milik capres Prabowo Subianto, PT Tusam Hutani Lestari, di Aceh bermasalah. Riza menyebut Irwandi tidak tahu-menahu soal masalah perusahaan tersebut.

"Itu kan Pak Irwandi tidak mengerti dan memahami, itu kan diperoleh dan didapatkan bukan pada saat Pak Irwandi sebagai gubernur, jauh sebelum itu," ujar Riza saat dimintai konfirmasi, Minggu (18/2/2019).

Riza menegaskan yang mengerti masalah kepemilikan dan pengelolaan lahan PT Tusam Hutani Lestari adalah gubernur Aceh sebelum Irwandi menjabat.

"Pak Irwandi itu kan gubernur yang baru terpilih dan kena kasus, dan sekarang ditahan KPK. Jadi bukan yang mengeluarkan dan mengerti soal lahan HGU milik Prabowo, jadi itu salah," tegas Riza.

Riza juga menegaskan tidak ada masalah dengan 120 ribu hektare lahan yang dikelola PT Tusam Hutani Lestari. Prabowo pun dikatakannya selalu taat terhadap mekanisme yang ada.

"Masalahnya apa, nggak ada itu salah, terkait lahan yang di Aceh maupun di Kalimantan Timur itu nggak ada masalah. Justru Pak Prabowo mendapatkan lahan HGU itu kan melalui proses dan mekanisme, nggak ada mendapatkan lahan tanpa proses mekanisme dan aturan, semua telah memenuhi syarat dan prosedur daripada lahan tersebut," katanya.


Sebelumnya, Irwandi menyebut PT Tusam Hutani Lestari sudah bermasalah sebelum dia menjabat Gubernur Aceh pada 2017.

"Nggak tahu (kapan perusahaan itu diambil alih Prabowo), sebelum aku jadi Gubernur Aceh. (Luas lahannya) 120 ribu hektare, sekarang mungkin yang aman 100 ribu hektare. Gede lo," kata Irwandi di Pengadilan Tipikor Jakarta, Jalan Bungur Besar Raya, Jakarta Pusat, Senin (18/2).

"Sudah bermasalah, pabrik KKA (Kertas Kraft Aceh)-nya bermasalah, hutannya bermasalah. Masa aku (menjabat) masih ada penebangan-penebangan. Tahun pertama dan kedua tapi kuberhentikan. Kok banyak ditebang tapi yang lama-lama ditebang kok masih botak, nggak ditanam. Mau diajukan perpanjangan izin, nggak aku teken," ucap Irwandi.
(nvl/fjp)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed