DetikNews
Senin 18 Februari 2019, 18:43 WIB

Diguyur Hujan Deras, Puluhan Desa di Sumsel Terendam Banjir

Raja Adil Siregar - detikNews
Diguyur Hujan Deras, Puluhan Desa di Sumsel Terendam Banjir Foto: Banjir di Sumsel (Dok BPBD)
Palembang - Sebanyak 20 desa dari lima Kecamatan di daerah Muratara, Sumatra Selatan terendam banjir sejak 3 hari lalu. Banjir terjadi akibat dua sungai di daerah tersebut meluap setelah diguyur hujan deras.

"Hujan deras beberapa hari terakhir telah membuat sungai Rupi dan sungai Rawas meluap. Akibatnya ada 20 desa yang kini terendam di Muratara," ujar Kapala BPBD Muratara, Zulkifli saat dikonfirmasi lewat telepon, Senin (18/2/2019).

Puluhan desa yang terendam itu disebut Zulkifli berada di bantaran sungai Rawas dan sungai Rupit. Namun ada pula yang tingggal di tepi sungai Musi dan kini ikut terendam karena sungai meluap.



Adapun lima kecamatan yang berada di bantaran sungai yakni Kecamatan Rupit, Karang Jaya, Rawas Ulu, Karang Dampo dan Rawas Ilir. Namun untuk desa yang paling banyak terendam banjir berada di Rupit, sebanyak 8 desa.

"Untuk kondisi terkini memang air sudah mulai surut. Tetapi wilayah Ilir air terlihat mulai naik lagi karena air di sungai Rupit dan sungai Rawas nggak bisa mengalir," kata Zulkifli.

Tidak mengalirnya air dari kedua sungai itu dikerenakan sungai Musi saat ini ikut meluap. Padahal sungai Musi menjadi muara seluruh sungai di daerah tersebut.

Selain merendam puluhan desa, banjir tahunan itu diketahui menghancurkan dua jembatan gantung yang berada di Desa Batu Gajah dan Karang Anyar.

"Dua jembatan gantung antar desa yang ada di Kecamatan Rupir hancur. Namun warga sudah mulai gotong royong untuk memperbaiki jembatan," katanya.

"Khusus untuk di Karang Dampo itu kami prediksikan air terus naik, apalagi sungai Musi sudah meluap. Semua sungai pasti airnya akan tertahan dan balik ke daerah pemukiman penduduk," katanya.

Untuk menghindari adanya korban jiwa, BPBD dan pihak terkait sudah meminta warga untuk mengungsi. Bahkan untuk di Kecamatan Rupir dan Karang Dampo warga sudah tidak tinggal di rumah.

"Warga sudah mengungsi semua. Kami himbau untuk meninggalkan rumah dan mencari tempat aman. Untuk korban jiwa sejauh ini tidak ada, semua sudah kami evakuasi," tutupnya.
(ras/rvk)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed