detikNews
Senin 18 Februari 2019, 15:59 WIB

Pengacara: Ada Orang Gubernur Papua Bocorkan Rapat ke KPK

Samsuduha Wildansyah - detikNews
Pengacara: Ada Orang Gubernur Papua Bocorkan Rapat ke KPK Foto: Pengacara Roy Rening serahkan tas ke polisi (Samsuduha Wildansyah-detikcom)
Jakarta - Operasi tangkap tangan (OTT) KPK yang mengincar pejabat Pemprov Papua gagal setelah dua penyelidik KPK tertangkap ketika melakukan pengintaian. Pengacara menyebut rapat Pemprov Papua yang digelar di Hotel Borobudur itu ada yang membocorkan ke pihak KPK.

"Ternyata memang ini didesain, ada orang di dalam rombongan pak gubernur yang membocorkan ini ke KPK," kata pengacara Pemprov Papua Stefanus Roy Rening kepada wartawan di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Senin (18/2/2019).

Roy menyebut ada konspirasi antara oknum Pemprov Papua dengan KPK dalam OTT yang gagal itu. Sebab, rapat itu hanya dihadiri oleh pejabat pemerintahan.

"Kita katakan konspirasi antara oknum yang ada dalam pertemuan malam itu bersama pak gubernur dengan KPK. Kenapa kita katakan ada konspirasi? Karena dalam gambar-gambar itu, itu hanya orang DPR dan pemerintah, tidak ada orang lain dalam pertemuan itu," sambungnya.



"Itu pertemuan sangat khusus antara DPRD, gubernur Papua, tim anggaran Pemda dan Kemendagri. Tapi kenapa foto itu keluar setelah kita lihat WhatsApp itu, itu keluar ke WhatsApp-nya Gilang. Sehingga kita berpendapat ada konspirasi untuk menjatuhkan gubernur Papua," lanjutnya.

Roy juga mengungkap ada indikasi rekayasa lainnya dalam OTT itu. Dia mengungkap sebelumnya ada oknum yang meminta sejumlah uang kepada Kabid Anggaran Pemprov Papua Nus Weya.

"Itu yang kita katakan berdesain kerja sama antara oknum rombongan pak gubernur dengan ini," imbuhnya.

Roy sangat yakin bahwa OTT gagal itu sebuah konspirasi untuk menjatuhkan citra Pemprov Papua. Maka dari itu, pihaknya meminta agar Polda Metro Jaya mengusut tuntas laporannya itu terkait dugaan pencemaran nama baik atau fitnah.

"Caranya apa? Cuma satu-satunya cara mengungkap konspirasi ini, kita minta Krimsus supaya tidak fitnah, ini kita duga ya. Kita minta KPK harus jujur menyerhakan semua barang bukti karena mereka lembaga penegak hukum," tandasnya.


(mea/mea)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed