DetikNews
Senin 18 Februari 2019, 12:45 WIB

BPN Janji Prabowo Bikin Kejutan Kekinian di Debat, Hasilnya?

Tim detikcom - detikNews
BPN Janji Prabowo Bikin Kejutan Kekinian di Debat, Hasilnya? Prabowo saat berada di panggung debat kedua. (Rengga Sancaya/detikcom)
Jakarta - Sebelum debat berlangsung, Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo menjanjikan capres jagoannya akan membawa kejutan menarik dan kekinian. Hasilnya?

Janji itu dilontarkan oleh juru bicara BPN, Andre Rosiade, pada Minggu (17/2/2019) pagi, sekitar 12 jam sebelum debat dimulai. Menurut Andre, Prabowo tidak hanya akan berdebat melainkan membawa surprise kekinian.

"Nanti waktu debat, selain berdebat, Pak Prabowo akan memberikan kejutan yang menarik dan kekinian kepada seluruh pemirsa, seluruh rakyat," kata Andre.

Koordinator juru bicara BPN, Dahnil Anzar Simanjuntak, juga menguatkan pernyataan Andre. Menurut Dahnil kejutan yang akan diberikan Prabowo berupa solusi akan perubahan.

"Kejutannya tentu adalah solusi perubahan. Dengan kondisi sekarang ini beliau akan bawa konsepsi tawaran kepemimpinan yang lebih kuat, kepemimpinan yang menawarkan solusi, dan sebagainya," kata Dahnil.

Saat debat berlangsung, Prabowo bisa dibilang lebih pasif jika dibandingkan dengan Jokowi yang 'menggebrak' dengan pertanyaan mengenai unicorn dan lahan yang dikuasai Prabowo di Aceh dan Kaltim. Belakangan, BPN Prabowo protes keras terhadap pertanyaan Jokowi soal unicorn karena dianggap menjebak. BPN pun melapor ke Bawaslu dan KPU.


Sedangkan kubu Jokowi memaknai pertanyaan mengenai unicorn sebagai kemenangan. Prabowo, yang sempat bertanya 'unicorn itu yang online-online itu?' ke Jokowi, dianggap Tim Kampanye Nasional (TKN) pendukung paslon 01 sebagai kegagalan Prabowo dalam memahami hal-hal yang bersifat kekinian.

"Jadi terus terang agak kecewa karena saya tadi sudah sangat mengantisipasi hari ini. Apalagi BPN bilang ini akan ada kejutan, akan seru sekali, apalagi dua-duanya tanpa kisi-kisi, tanpa cawapres masing-masing juga jadi nggak bisa lembar sana-sini, ternyata hari ini kok kualitasnya beda. Wah jangan-jangan ini Pak Prabowo ini capres kisi-kisi nih. Kalau nggak ada kisi-kisi kelihatan nih kedodoran," ujar dewan pengarah TKN Grace Natalie.

Mengenai kejutan, Prabowo sebetulnya mengusung gaya yang bisa dibilang baru dalam debat semalam. Ketum Gerindra ini tercatat enam kali memberikan apresiasi terhadap kinerja kabinet Jokowi sekalipun di belakangnya ada kata 'tapi' yang kemudian dielaborasi panjang. Sedangkan Jokowi tidak memberikan apresiasi kepada Prabowo di atas panggung debat.

Prabowo sebetulnya tak adem-adem amat dalam debat semalam. Dia sempat melontarkan pertanyaan tajam mengenai kebijakan impor yang terus-menerus dilakukan, padahal Jokowi memiliki janji kampanye untuk menghentikan impor. Di sektor infrastruktur, Prabowo juga tampil menyerang dengan menyebut pembangunan dilakukan dengan grusa-grusu.

Meski begitu, serangan-serangan Prabowo dianggap masih kalah dibandingkan dengan serangan yang dilontarkan Jokowi. Setidaknya itu anggapan netizen yang terekam dalam pantauan PoliticaWave.

"Dapat kita simpulkan bahwa Jokowi unggul di semua segmen, baik dari jumlah percakapan maupun dari sentimen percakapan. Isu-isu positif terkait Jokowi disebabkan oleh hal-hal yang substansial terkait tema debat," demikian salah satu poin kesimpulan dari PoliticaWave.

Sementara Prabowo di mata netizen, masih merujuk pada pantauan PoliticaWave, dianggap sering salah atau kurang dalam memaparkan data. Sebagai penantang, Prabowo dianggap kurang terlalu tajam dan bahkan sering menyetujui pernyataan Jokowi.


"Puncaknya adalah terkait luasnya penguasaan lahan Prabowo dan kurang mengerti mengenai unicorn," demikian bagian akhir kesimpulan akhir pemantauan Politicawave.

Namun, menurut BPN, Prabowo tetap tampil oke dalam debat semalam. Meski begitu, puji-pujian yang dilayangkan timses ke Prabowo tak banyak mengenai seputar substansi debat melainkan lebih pada sifat kesabaran capres 02.

"Pak Prabowo luar biasa ya, saya tidak melihat. Pak Prabowo sekarang memiliki kesabaran yang luar biasa," ujar Dewan Pengarah BPN Zulkifli Hasan yang juga merupakan Ketum PAN.
(fjp/tor)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed