DetikNews
Minggu 17 Februari 2019, 05:53 WIB

Maaf Achmad Zaky Disambut Seruan Jokowi Setop Uninstall Bukalapak

Andhika Prasetia - detikNews
Maaf Achmad Zaky Disambut Seruan Jokowi Setop Uninstall Bukalapak CEO dan founder Bukalapak Achmad Zaky temui Presiden Jokowi (Andhika Prasetia/detikcom)
Jakarta - Chief Executive Officer (CEO) sekaligus pendiri Bukalapak Achmad Zaky diundang Presiden Joko Widodo (Jokowi) ke Istana Kepresidenan. Zaky pun menyampaikan permohonan maaf sekaligus mengklarifikasi cuitan soal presiden baru dan anggaran riset yang sempat jadi kontroversi.

Pertemuan digelar tertutup. Dalam pertemuan itu ikut hadir Koordinator Staf Khusus Presiden Teten Masduki dan Sekretaris Kabinet Pramono Anung.

"Secara pribadi saya sampaikan maaf kepada Bapak dan luruskan juga yang kemarin terus selanjutnya saya apresiasi tadi kita diskusi banyak mengenai rancangan pemerintah untuk membuat supaya Indonesia maju," kata Zaky usai bertemu Jokowi di Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Sabtu (16/2/2019).


Zaky juga menyampaikan terima kasih karena diluangkan waktu bertemu Jokowi. Dia mengatakan dirinya diundang langsung Jokowi.

Pada pertemuan itu, Zaky menyampaikan klarifikasi soal cuitan soal anggaran riset untuk membangun Industri 4.0. Dia menjelaskan cuitan tersebut bukan semata ditujukan ke pemerintah tapi juga ke pelaku bisnis.

"Pemerintah saya kira sudah siapkan dana itu. Namun saya pikir semangatnya antara pemerintah dan kami pelaku industri sama-sama harus membangun riset. Poin tweet saya bukan hanya untuk negara, tapi juga pelaku bisnis. Karena dana riset tak hanya untuk pemerintah," ujar Zaky.


Dia mengatakan Bukalapak sendiri mendukung penuh riset dan teknologi serta menyiapkan SDM berkualitas. Hal tersebut, lanjutnya, jadi formula agar bisnis di Indonesia tak melulu soal perang harga.

"Tolong teman wartawan diambil semangatnya. Saya anak muda pelaku industri fokus ke SDM yang berkualitas dengan riset dan teknologi. Karena perang ke depan bukan dengan manusia. Tapi pinter-pinteran. Kalau nggak fokus di riset kita akan perang harga," ujar dia.


Tonton video: Joko Anwar ke CEO Bukalapak: ''Shame on You''

[Gambas:Video 20detik]



Cuitan Zaky menyinggung soal anggaran riset dan pengembangan (research and development atau R&D) di Indonesia yang rendah yakni sebesar USD 2 miliar. Dia menyebutkan Indonesia tertinggal dari Singapura dan Malaysia yang masing-masing menganggarkan USD 10 miliar untuk R&D. Menurutnya dengan anggaran riset yang kecil, omong kosong Indonesia bisa menghadapi industri 4.0.


Memang dalam cuitan tersebut, Zaky menuliskan data yang ditulisnya tersebut ialah data 2016. Dia mengatakan data itu didapatnya dari Wikipedia.

"Datanya kan Wikipedia. Tapi saya pikir semangatnya. Saya belum dapat data update terbaru. Saya pikir semangatnya," ujar Zaky

Selain itu, Zaky juga menjelaskan maksud 'presiden baru' dalam cuitannya. Dia mengatakan 'presiden baru' yang dimaksudnya adalah yang terpilih nanti.


"Sebenarnya waktu nge-tweet, saya sudah nge-tweet di atasnya. Beberapa jam setelahnya, setelah bangun tidur, saya kaget itu. Cuma kan kalau sudah viral susah dikendalikan. Kan maksudnya terpilih, Pak Jokowi pun masuk di situ. Terpilih. Sudah masuk semuanya," ucap Zaky.

Buntut dari cuitan tersebut, sempat muncul gerakan tanda pagar (tagar) uninstallbukalapak di media sosial. Jokowi meminta gerakan #uninstallbukalapak tersebut dihentikan. Dia menyatakan mendukung penuh inovasi anak muda.

"Saya ajak hari ini untuk menghentikan, untuk setop uninstall Bukalapak. Setop. Karena kita harus dorong. Dorong anak-anak muda yang memiliki inovasi, memiliki kreativitas untuk maju," kata Jokowi.


Jokowi menegaskan tak tersinggung dengan adanya cuitan Zaky.

Terkait dana riset, Jokowi mengatakan pemerintah sudah menganggarkan jumlah yang cukup besar. Dia mengatakan pemerintah punya komitmen untuk mengembangkan riset.

"Supaya kita semuanya tahu bahwa dana pengembangan dan riset ini kita sudah Rp 26 triliun," kata Jokowi.


Sementara itu, Teten mengatakan Jokowi memahami anak muda seperti Zaky. Dia mengatakan Jokowi melihat sektor e-commerce sebagai aset kebanggaan nasional.

"Ya beliau memahamilah ini anak muda. Jokowi pahamlah. Zaky ini kan aset nasional. Presiden saya kira lebih mempertimbangkan aspek bisnis online ini karena harus tahu 4 unicorn e-commerce ada pada waktu Pak Jokowi," kata Teten.


(jbr/gbr)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed