DetikNews
Sabtu 16 Februari 2019, 13:55 WIB

TKN Jokowi: Puskaptis dan Indomatrik Sama Saja, Punya Jejak Bermasalah

Elza Astari Retaduari - detikNews
TKN Jokowi: Puskaptis dan Indomatrik Sama Saja, Punya Jejak Bermasalah Foto: Jokowi bersama Ace Hasan (Dok. Pribadi)
Jakarta - Pusat Studi Kebijakan dan Pembangunan Strategis (Puskaptis) dan Indomatrik dipimpin orang yang sama, yakni Husin Yazid. Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo-Ma'ruf Amin menilai dua lembaga tersebut sama saja, hasilnya menguntungkan bagi Prabowo Subianto.

"Antara Puskaptis dan Indomatrik sama saja. Kedua-duanya memiliki rekam jejak bermasalah," ungkap juru bicara TKN Jokowi-Ma'ruf, Ace Hasan Syadzily, kepada wartawan, Sabtu (16/2/2019).

Hasil survei Indomatrik menjadi sorotan karena menampilkan selisih elektabilitas antara Jokowi-Ma'ruf dengan Prabowo-Sandiaga Uno yang sangat tipis. Elektabilitas kedua pasangan capres-cawapres terpaut hanya 3,93%, berbeda dengan lembaga survei lain.


Sementara itu, Puskaptis bermasalah pada 2014 karena menjadi satu dari empat lembaga survei yang dituding melakukan manipulasi dan pembohongan publik karena merilis data quick count yang memenangkan Prabowo-Hatta Rajasa, padahal sejumlah lembaga survei lainnya merilis Jokowi-Jusuf Kalla yang menang. Hasil survei Puskaptis melenceng jauh dari real count KPU.

Puskaptis lalu dikeluarkan dari Perhimpunan Survei Opini Publik Indonesia (Persepi) karena masalah tersebut. Saat itu Husin Yazid merupakan Direktur Eksekutif Puskaptis. Saat ini Yazid menjadi Direktur Riset di Indomatrik.

"Lembaga itu terbukti pernah bermasalah dalam survei dan hitung cepat Pilpres 2014 yang lalu. Saya kira secara tegas Ketua Persepi, lembaga asosiasi survei yang selama ini melakukan menjaga metodologi dan penegakan etika lembaga survei menyatakan Puskaptis dikeluarkan," sebut Ace.

Dia pun menilai Indomatrik punya motif tertentu lewat hasil surveinya. Ace meminta masyarakat waspada dalam melihat hasil survei terkait pemilu.

"Karena itu, jika asosiasi lembaga survei sudah menyatakan telah diberi sanksi, lembaga survei itu sudah tidak memiliki legitimasi lagi untuk menyampaikan surveinya. Pasti ada motifnya. Saya khawatir Ini menjadi bagian dari penggiringan opini untuk pasangan calon tertentu," imbuh politikus Golkar itu," sebutnya.


Ace menduga ada motif bisnis di balik munculnya survei Indomatrik. Ia juga meminta masyarakat waspada terhadap lembaga survei yang partisan.

"Lembaga survei ini seperti ini dapat membodohi rakyat dengan tujuan penggiringan opini dengan motif bisnis. Publik perlu kritis terhadap hasil survei dari lembaga survei yang partisan. Lihat dulu track record lembaga survei tersebut. Sandingkan dengan hasil lembaga survei yang lain. Kalau hasil surveinya nyeleneh sendiri, patut diduga lembaga survei tersebut sedang membangun framing politik," papar Ace.

Husni Yazid sudah menanggapi soal adanya tudingan terhadap Indomatrik yang dinilai dibuat untuk menguntungkan Prabowo-Sandiaga. Ia menegaskan memimpin lembaga riset yang independen.

"Tidak ada bukti (berpihak ke Prabowo-Sandiaga). Saya benar-benar independen. Saya beri pembelajaran kepada masyarakat ini fenomena lima tahunan. Saya mempunyai rasa bertanggung jawab. Rasa panggilan saya tentang ilmu metodologi survei. Dan masalah duit, itu duit kami sendiri. Kami siap, kami jelaskan semua metodologi," ujar Yazid, Sabtu (16/2).



Saksikan juga video 'Survei Indomatrik: Elektabilitas Prabowo Mulai Kejar Jokowi':

[Gambas:Video 20detik]


(elz/fdn)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed