DetikNews
Sabtu 16 Februari 2019, 13:18 WIB

Plt Ketum PSSI Joko Driyono Tersangka ke 15 Kasus Pengaturan Skor

Matius Alfons - detikNews
Plt Ketum PSSI Joko Driyono Tersangka ke 15 Kasus Pengaturan Skor Joko Driyono (Foto: Lamhot Aritonang-detikcom)
Jakarta - Plt Ketua Umum PSSI Joko Driyono ditetapkan polisi sebagai tersangka perusakan barang bukti kasus dugaan pengaturan skor sepak bola. Dia merupakan tersangka kelima belas yang telah ditetapkan polisi.

"Sama Jokdri (Joko Driyono) jadi 15," kata Kabiro Penerangan Masyarakat (Penmas) Divisi Humas Polri Brigjen Dedi Prasetyo di Mabes Polri, Jl Trunojoyo, Jakarta Selatan, Sabtu (16/2/2019).

Dia pun tak menutup ada tersangka lain dalam kasus ini. Menurutnya, saat ini polisi tengah memeriksa barang bukti yang diperoleh dari sejumlah penggeledahan.

"Nanti sangat tergantung hasil pemeriksaan dari satgas dan audit barbuk, kita sudah lakukan penyitaan di beberapa lokasi, kantor PSSI, Komisi Disiplin, dan termasuk di kantor dan kediaman suadara J sendiri, itu akan diaudit terus," ucapnya.


Satgas Anti Mafia Bola menjadwalkan pemeriksaan Plt Ketum PSSI Joko Driyono pada Senin (18/2) pukul 10.00 WIB di Polda Metro Jaya. Akan dilakukan klarifikasi mengenai dugaan sebagai aktor intelektual perusakan barang bukti.

"Senin (18/2) kita akan mintai keterangan saudara J dalam status sudah tersangka. Akan didalami terus oleh satgas dalam rangka untuk membongkar match fixing atau pengaturan skor di beberapa pertandingan yang sudah dilaksanakan, Liga 3 dari satgas sudah menetapkan beberapa tersangka, kemudian Liga 2 sudah beberapa tersangka," ujar Dedi.


Penetapan Joko sebagai tersangka ini awalnya disampaikan oleh Ketua Tim Media Satgas Antimafia Bola Kombes Argo Yuwono. Dia menyatakan Joko sudah menjadi tersangka sejak Kamis (14/2).

"Ya (sudah tersangka), sejak Kamis," kata Ketua Tim Media Satgas Antimafia Bola Kombes Argo Yuwono saat dimintai konfirmasi, Jumat (15/2).

Joko dijerat dengan Pasal 363 KUHP dan/atau Pasal 265 KUHP dan/atau Pasal 233 KUHP. Pasal-pasal tersebut pada intinya mengenai tindakan pencurian dengan pemberatan atau perusakan barang bukti yang telah terpasang police line.

"Perusakan barang bukti," ucap Argo.


Polisi sudah melakukan penggeledahan di apartemen dan kantor Joko. Dari penggeledahan itu disita sejumlah dokumen.

Sebelum Joko, polisi telah menetapkan eks Komisi Wasit Asprov Jateng, Priyanto, anak Priyanto, Anik Yuni Artika Sari, Komite Eksekutif (Exco) PSSI Johar Lin Eng, anggota Komisi Disiplin (Komdis) PSSI Dwi Irianto alias Mbah Putih, wasit Nurul Safarid, dan staf Direktur Perwasita PSSI, ML, sebagai tersangka.

Anik diduga berperan sebagai perantara untuk menyalurkan uang dari manajer klub. Uang yang didapat kemudian dibagi-bagi dengan Priyanto dan Johar. Sementara itu penyidik juga meyakini Mbah Putih, Nurul dan ML juga terlibat dalam sindikat Johar Lin Eng. Ketiganya menerima uang untuk praktek pengaturan skor.

Kemudian, polisi juga menetapkan 5 tersangka lain yang merupakan perangkat pertandingan yang diduga terlibat dalam kasus pengaturan skor Persibara vs Persekabpas Pasuruan. Para tersangka yang merupakan perangkat pertandingan itu ikut dalam pertemuan dengan sejumlah pihak di Hotel Central Banjarnegara untuk mengatur skor laga.

Tak berhenti sampai di situ, polisi pun telah menetapkan Pemilik PS Mojokerto (PSMP) Vigit Waluyo sebagai tersangka. Vigit disebut memberi dan menerima uang dari lima tersangka sebelumnya.



"Dia yang mempunyai klub, dia yang memberikan, dan menerima uang dari beberapa tersangka yang sudah ada 5 orang itu salah satunya di sana yang dia menerima dari aliran itu," kata Argo di Mapolda Metro Jaya, Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta, Selasa (15/1).

Kemudian, ada juga 3 orang bernama Muhammad MM alias Dani, Musmuliadi alias Mus, dan Abdul Gofur yang ditetapkan polisi sebagai tersangka terkait perusakan barang bukti kasus pengaturan skor. Ketiga tersangka diduga memasuki daerah yang telah disegel kepolisian dengan cara merusak police line. Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Dedi Prasetyo menyebut tempat kejadian perkara perusakan ini adalah kantor Komisi Disiplin PSSI.


Simak Juga 'PSSI 'Luruskan' soal Status Tersangka Joko Driyono':

[Gambas:Video 20detik]


(haf/fdn)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed