DetikNews
Jumat 15 Februari 2019, 19:04 WIB

7 Fakta Achmad Zaky yang Khilaf soal Cuitan 'Presiden Baru'

Tim detikcom - detikNews
7 Fakta Achmad Zaky yang Khilaf soal Cuitan Presiden Baru 7 Fakta Achmad Zaky yang Khilaf soal Cuitan 'Presiden Baru'. (Foto: detikINET/Adi Fida Rahman)
Jakarta - Chief Executive Officer Bukalapak Achmad Zaky bikin heboh karena salah satu cuitannya di Twitter menyinggung 'presiden baru' dan kini telah minta maaf karena khilaf. Siapa sebenarnya Zaky? Simak faktanya.

Zaky lahir di Sragen, Jawa Tengah, pada 24 Agustus 1986. Dia merupakan pengusaha asal Indonesia yang bergerak di bidang internet.



1. Pendiri Bukalapak

Zaky merupakan pendiri sekaligus CEO dari situs e-commerce Bukalapak.com. Bukalapak merupakan sebuah perusahaan e-commerce Indonesia berbasis marketplace C2C yang berfokus pada pemberdayaan usaha kecil-menengah (UKM).

Perusahaan itu dibuka pada 2010. Pertumbuhan Bukalapak yang sangat pesat menarik minat banyak investor untuk menanamkan modal di Bukalapak.

2. Kenal Teknologi karena Dibelikan Komputer

Zaky mulai mengenal dunia teknologi sejak sekolah dasar. Omnya membelikan sebuah komputer dan buku-buku tentang pemrograman pada 1997. Dia juga mengikuti Olimpiade Sains Nasional (OSN) bidang komputer dan menang hingga tingkat nasional saat SMA.

Zaky kemudian melanjutkan pendidikan pada Jurusan Teknik Informatika Institut Teknologi Bandung pada 2004. Dia sempat mendapat IPK 4,00 di semester pertama.

Zaky sering menjuarai beberapa kompetisi tingkat nasional. Salah satunya juara II pada Indosat Wireless Innovation Contest pada 2007.

Ia membuat perangkat lunak yang disebut MobiSurveyor. Perangkat ini berguna untuk melakukan perhitungan cepat dalam sebuah survei. Zaky juga mendapatkan Merit Award pada kompetisi Inaicta (Indonesia ICT Awards) pada 2008.

Zaky mendapatkan tawaran mengerjakan software quickcount pemilu dengan nilai 1,5 juta untuk sebuah stasiun televisi nasional.

Zaky sempat meraih beasiswa studi ke Oregon State University dari pemerintah Amerika Serikat selama dua bulan pada 2008. Selain itu, ia pernah mewakili ITB dalam Harvard National Model United Nations 2009.

Setelah lulus dari ITB, ia mendirikan perusahaan jasa konsultasi teknologi bernama Suitmedia.

3. Ikut Organisasi Kemahasiswaan ITB

Zaky menjadi salah satu penggagas lahirnya cabang ShARE Global Student Think-Tank di ITB. Zaky juga mendirikan Entrepreneur Club ITB yang kemudian dikenal dengan Technoentrepreneur Club (TEC ITB). Ia juga aktif di Amateur Radio Club (ARC) ITB.

4. Jualan Mi Ayam

Achmad Zaky pernah membuka usaha kuliner mi ayam sewaktu kuliah. Namun akhirnya bangkrut. Zaky menghabiskan seluruh uang hasil menang dari berbagai perlombaan.

5. Istri Buka Hijup.com

Zaky mengakhiri masa lajangnya dengan menikahi Diajeng Lestari pada 17 Oktober 2010. Keduanya telah dikarunia dua anak.

Zaky pun menularkan visinya pada sang istri untuk memanfaatkan internet dalam berbisnis. Istrinya mendirikan hijup.com pada 2011.

6. Dapat Satyalancana Wirakarya dari Presiden

Achmad Zaky menerima Tanda Kehormatan Satyalancana Wira Karya pada 21 Juli 2016 yang diserahkan langsung oleh Presiden Joko Widodo di Jambi. Tanda kehormatan ini merupakan penghargaan negara yang diberikan oleh presiden atas jasa dan darma bakti seseorang kepada bangsa dan negara sehingga bisa dijadikan teladan bagi orang lain.

Achmad Zaky dianggap telah berperan secara aktif memajukan perekonomian pelaku UKM melalui online marketplace dengan memanfaatkan teknologi internet untuk memperluas pangsa pasar UKM serta memanfaatkan platform Bukalapak yang telah dirintisnya sehingga berdampak tinggi terhadap masyarakat (high impact).



7. Minta Maaf atas Cuitannya

Achmad Zaky membuat klarifikasi resmi terkait cuitannya menyebut 'presiden baru' yang memicu protes sebagian netizen. Dia mengaku khilaf dan memastikan cuitan itu tidak terkait Pilpres 2019.

Hal itu didasari rilis resmi Bukalapak berjudul 'Klarifikasi Achmad Zaky: Bukalapak Dukung Riset dan Pengembangan Teknologi di Indonesia'.

Pihak Bukalapak mengatakan, sebagai CEO dan founder Bukalapak, Zaky pada prinsipnya sangat memperhatikan kemajuan industri teknologi di Indonesia. Zaky berharap investasi di bidang riset dan SDM tingkat tinggi bisa menjadi salah satu pendorong kemajuan Indonesia.

Mewakili Bukalapak, Zaky memohon maaf atas segala kesalahpahaman yang timbul. Dia mengaku khilaf dan menegaskan cuitan tersebut tidak bermaksud mendukung atau tidak mendukung calon presiden tertentu, melainkan ajakan bersama membangun Indonesia melalui penelitian dan pengembangan ilmiah.

"Saya, Achmad Zaky, selaku pribadi dan sebagai salah satu pendiri Bukalapak, dengan ini menyatakan permohonan maaf yang sebesar-besarnya atas pernyataan yang saya sampaikan di media sosial. Saya sangat menyesali kekhilafan tindakan saya yang tidak bijaksana tersebut dan kiranya mohon dibukakan pintu maaf yang sebesar-besarnya," ujar Achmad Zaky.

Achmad Zaky dan Bukalapak mengaku amat sangat berterima kasih atas kebijakan serta dukungan pemerintah Indonesia yang diberikan selama ini.

Sebelumnya, cuitan Zaky di akun Twitter @achmadzaky yang menyinggung 'presiden baru' menyebabkan munculnya tagar #uninstallbukalapak, yang jadi trending topic nomor satu di Twitter.

Dalam cuitannya, Zaky menyebut omong kosong Industri 4.0 jika bujet research & development (R&D) Indonesia masih jauh dibandingkan negara lain. Dalam data yang dia sodorkan, Indonesia jauh tertinggal dari Singapura dan Malaysia.

Zaky tidak menyangka cuitannya jadi viral sehingga menyebabkan tagar #uninstallbukalapak jadi trending topic di Twitter. Menanggapi hal tersebut, Zaky memberikan klarifikasi.

"Bangun-bangun, viral tweet saya gara-gara 'presiden baru' maksudnya siapa pun, bisa Pak Jokowi juga. Jangan diplintir ya :) let's fight for innovation budget," tulis Zaky.

Zaky menjelaskan tujuan dari cuitannya yang dipersoalkan itu adalah menyampaikan fakta. Menurutnya, dalam 20-50 tahun ke depan, Indonesia perlu investasi dalam riset dan SDM kelas tinggi agar tidak kalah dengan negara lain. Dia pun lantas meminta maaf kepada para pendukung Jokowi.

"Buat pendukung Pak Jokowi, mohon maaf jika ada yg kurang sesuai kata2 saya 🙏🙏🙏 jadi misperception. Saya kenal Pak Jokowi orang baik. Bahkan sudah saya anggap seperti Ayah sendiri (sama2 orang solo). Kemarin juga hadir di HUT kami. Tidak ada niat buruk tentunya dari tweet saya," tulisnya.
(nwy/fjp)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed