detikNews
Jumat 15 Februari 2019, 16:57 WIB

Mengapa Sepekan Ini Cuaca di Aceh Panas Sekali? Ini Kata BMKG

Tim detikcom - detikNews
Mengapa Sepekan Ini Cuaca di Aceh Panas Sekali? Ini Kata BMKG Ilustrasi (Datuk Haris Molana/detikcom)
Banda Aceh - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyatakan ada peningkatan suhu panas dalam sepekan terakhir di Aceh. Cuaca ini merupakan dampak dari cuaca panas yang melanda sejumlah wilayah di Australia.

"Suhu udara di Aceh terasa panas, terutama di siang hari, yang mencapai 33 derajat Celsius akibat cuaca di Australia," ucap Kepala Seksi Data dan Informasi BMKG Stasiun Meteorologi Blangbintang, Zakaria Ahmad, di Aceh Besar, yang dikutip dari Antara, Jumat (15/2/2019).

Dia mengatakan biasanya rata-rata suhu udara maksimal di provinsi paling barat Indonesia tersebut, di kisaran 31 derajat Celsius dengan kecepatan angin berkisar 5-10 knot atau sembilan hingga 19 kilometer per jam. Namun kini kecepatan angin berkisar 20-30 knot atau 37-55 kilometer per jam, terutama di wilayah perairan Aceh.


Di samping itu, lanjutnya, secara umum berbagai wilayah di Provinsi Aceh saat ini memasuki masa peralihan dari musim hujan menuju kemarau dengan puncaknya diperkirakan pada Juni hingga Juli 2019.

Para nelayan dan pengguna transportasi laut diminta mewaspadai gelombang tinggi yang mencapai 2 meter hingga 17 Februari 2018. Gelombang tinggi diprediksi terjadi di wilayah perairan, meliputi Samudra Hindia, Barat-Selatan, Selat Malaka bagian utara, Sabang, dan sekitarnya.

"Bisa mencapai 2 meter atau lebih," kata Zakaria.

Ampelsa (53), warga Banda Aceh, mengaku suhu udara panas mulai terasa dalam beberapa hari terakhir di wilayah setempat yang mengakibatkan dirinya mengurung diri di kantor ketika siang hari.


"Bila tidak ada perlu ke luar kantor, maka saya tahan lama-lama di ruangan dengan pendingin udara. Kalau malam hari kan tidak begitu panas," tuturnya.

Pada awal Februari 2018, dilaporkan, Australia menanggung bulan terpanas yang tercatat mencapai rekor pada Januari, dan panas terik diperkirakan berlangsung hingga April, menurut biro cuaca negara tersebut. Gelombang panas yang terekam alat pengukur suhu di atas 40 derajat Celsius selama beberapa hari terus-menerus di sejumlah wilayah, kebanyakan disebabkan oleh tekanan tinggi di pesisir tenggara yang menghalangi udara sejuk mengalir masuk, menurut Badan Meteorologi.
(rvk/aan)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed