DetikNews
Jumat 15 Februari 2019, 10:59 WIB

Jadi Pengemis di Riau, WNA Mesir Dideportasi

Chaidir Anwar Tanjung - detikNews
Jadi Pengemis di Riau, WNA Mesir Dideportasi Foto: Chaidir/detikcom
Pekanbaru - Tarek Ashour, warga negara asing (WNA) asal Mesir, selama ini jadi pengemis di Riau. Dia akhirnya dideportasi.

"Kami mendeportasinya karena selama di Indonesia dia luntang-lantung. Malah dia sempat meminta-minta uang kepada warga," kata Kepala Rumah Detensi Imigrasi (Rudenim) Pekanbaru Junior Sigalingging kepada wartawan, Jumat (15/2/2019).

Junior menjelaskan Tarek Ashour diberangkatkan ke Mesir dari Bandara Sultan Syarif Kasim (SSK) II, Pekanbaru, menuju Jakarta sekitar pukul 08.00 WIB.
Saat diberangkatkan, Tarek Ashour hanya berbekal satu kantong plastik warna putih yang berisi sehelai baju. "Kami sempat memberikan satu baju muslim buatnya. Ini kami berikan agar lebih rapi lagi," kata Junior.




Tarek Ashour diberangkatkan dari Pekanbaru dengan pesawat Batik Air. Rencananya dia kembali ke negara asalnya pada Sabtu (16/2).

WNA Mesir ini masuk ke Indonesia pada September 2018. Dia datang dengan memanfaatkan kebijakan bebas visa. Dari Indonesia, dia sempat menyeberang ke Malaysia lewat pelabuhan laut di Dumai, Riau, pada November 2018. "Tapi sampai di Malaysia ditolak dan diminta kembali ke Indonesia lewat Dumai. Di Kota Dumai dia diamankan pihak Imigrasi setempat yang akhirnya Desember 2018 diserahkan ke Rudenim untuk proses deportasi," kata Junior.

Proses deportasi Tarek ini memang memakan waktu yang lumayan lama. Dari Desember 2018 baru bisa terlaksana 15 Februari 2019. Ini disebabkan, karena Kedutaan Mesir untuk Indonesia awalnya tidak bersedia membiayai warganya. "Akhirnya pemerintah Indonesia membantu biaya pesawat Pekanbaru ke Jakarta dan selanjutnya dari Jakarta ke Mesir ditanggung pihak Kedutaan Mesir di Indonesia," tutup Junior.
(cha/aan)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed