DetikNews
Selasa 12 Februari 2019, 19:19 WIB

Menteri LHK: Presiden Perintahkan 10 Kali Lipat Lakukan Penanaman Pohon

Nur Azizah Rizki Astuti - detikNews
Menteri LHK: Presiden Perintahkan 10 Kali Lipat Lakukan Penanaman Pohon Diskusi bertajuk 'Langkah Berani Pulihkan Lingkungan' di Kantor Staf Presiden (Nur Azizah Rizki Astuti/detikcom)
Jakarta - Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Siti Nurbaya Bakar mengatakan pihaknya mengambil langkah berani dengan melibatkan pihak luar dalam pengambilan keputusan. Menurutnya, kombinasi antara birokrasi dan masyarakat sangat diperlukan dalam pembangunan.

"Jadi, kalau ditanya keberanian apa yang sudah dilakukan KLHK, kita memasukkan outsider untuk ikut di dalam proses decision making. Terus terang itu tidak mudah, tetapi menurut saya artikulasi itu diperlukan banget. Kenapa? Karena ada kombinasi antara birokrasi dan civil society yang karakternya berbeda tetapi dibutuhkan sebetulnya oleh pembangunan," ujar Siti di Kantor Staf Presiden, Jalan Veteran, Jakarta Pusat, Selasa (12/2/2019).



Menurut Siti, pemulihan lingkungan yang utuh sebagai sumber daya alam sebaiknya didekati dengan kebijakan korektif. Ia lalu mengatakan Presiden Joko Widodo (Jokowi) telah memerintahkan pihaknya bekerja keras melakukan penanaman pohon untuk mengisi danau dan embung.

"Jadi tahun ini Bapak Presiden memerintahkan kepada kami untuk 10 kali lipat memperbaiki penanaman pohon supaya jangan rusak lagi, supaya danau-danaunya terisi, supaya embung-embung yang dibikin itu airnya tidak kurang. Itu butuh keberanian juga untuk mendorong dan switch priorities," ucapnya.



Siti juga menyinggung masalah persampahan yang masih perlu dibenahi. Namun ia mengapresiasi pemerintah daerah yang sudah memiliki kebijakan persampahan yang baik.

"Kemudian persampahan juga begitu. Karena memang terus terang persampahan ini kita masih terus dukung, paling banyak dinamikanya dari masyarakat. Sebetulnya pemerintah daerah juga sudah mulai baik," tutur Siti.

Siti lalu menyatakan kekhawatirannya terhadap kerusakan lingkungan di berbagai daerah yang dinilainya cukup berat. Menurutnya, pemerintah perlu turun tangan untuk memperbaiki itu.

"Dan yang cukup mengkhawatirkan sebetulnya hampir di banyak tempat itu kerusakan lingkungannya cukup berat, kayak di Karawang dan di Depok dan perkiraan saya mungkin jutaan spot yang seperti itu ada di Indonesia, tapi kita harus mulai," tegas Siti.

"Nggak banyak sebetulnya ngebenerinnya, maksimal paling Rp 2-3 miliar saja alokasi. Karena kebanyakan dinamikanya dari masyarakat, tapi memang pemerintah betul-betul perlu turun dan memperbaikinya. Kita sudah mulai itu di beberapa tempat, di Banyumas, di Bogor, di mana-mana sudah," pungkasnya.
(azr/knv)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed