DetikNews
Selasa 12 Februari 2019, 17:15 WIB

'Diancam' Santri Kudus Terkait Puisi, Fadli: Saya Tahu Siapa di Belakangnya

Tsarina Maharani - detikNews
Diancam Santri Kudus Terkait Puisi, Fadli: Saya Tahu Siapa di Belakangnya Wakil Ketua DPR Fadli Zon (Tsarina/detikcom)
Jakarta - Massa Aliansi Santri Membela Kiai (Asmak) Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, mengancam akan membuat jeblok suara paslon yang didukung Fadli Zon di Pilpres 2019 karena tak mau meminta maaf soal puisi 'Doa yang Ditukar'. Fadli meminta agar puisinya itu tak jadi 'gorengan' politik.

"Nggak usah 'digoreng-goreng'. Saya juga tahu siapa di belakangnya," kata Fadli di gedung DPR, Senayan, Jakarta, Selasa (12/2/2019).


Ia mengaku tak khawatir Prabowo Subianto-Sandiaga Uno bakal ditinggalkan kaum santri. Menurut Fadli, banyak ulama dan santri yang setia mendukung sang capres-cawapres.

"Nggak ada (khawatir). Santri-santri dan para ulama banyak. Pak Prabowo ini hasil Ijtimak Ulama. Itu dipelesetkan saja (puisinya)," ucap Waketum Gerindra itu.


Fadli pun tak takut terhadap ancaman yang dilontarkan massa santri di Kudus itu. Ia mengatakan tiap warga negara punya hak berpendapat.

"Ya, silakan saja. Kita kan punya hak juga berpendapat. Tapi kalau itu dikatakan untuk Mbah Moen ya, jangan dipelesetkan. Kita juga bisa menggugat orang-orang yang mempelesetkan itu. Kan saya difitnah seolah-olah membicarakan itu. Tapi kan untuk apa ya, capek kita," tegas Fadli.


Diberitakan, Fadli enggan minta maaf soal puisi 'Doa yang Ditukar'. Massa Asmak Kabupaten Kudus mengancam akan membuat jeblok perolehan suara Prabowo-Sandiaga, paslon yang didukung Fadli pada pilpres.

Kelompok Asmak ini menggelar aksi di Alun-alun Kudus pada Jumat (8/2), menuntut Fadli Zon meminta maaf atas puisi yang dinilai menghina ulama, khususnya KH Maimun Zubair.

"Kalau seperti itu, ya mau apa lagi? Tentunya bagaimana kami ingin menunjukkan bahwa kami punya kekuatan di 17 April nanti. Bukan aksi, tapi gerakan massif bahwa kami akan menunjukkan calonnya akan kalah di Kudus," kata perwakilan Asmak, M Sa'roni, Senin (11/2).


Simak Juga 'Kala Politikus hingga Menteri Ramai-ramai Berpuisi':

[Gambas:Video 20detik]




Ikuti perkembangan Pemilu 2019 hanya di detik.com/pemilu
(tsa/jbr)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed