DetikNews
Selasa 12 Februari 2019, 17:02 WIB

Kakorlantas Usul 31 Maret Ditetapkan Jadi Hari Keselamatan Lalu Lintas

Rolando - detikNews
Kakorlantas Usul 31 Maret Ditetapkan Jadi Hari Keselamatan Lalu Lintas Kakorlantas Irjen Refdi Andri (Roland/detikcom)
Jakarta - Kakorlantas Polri Irjen Refdi Andri mengusulkan kepada pemerintah untuk menetapkan 31 Maret sebagai Hari Keselamatan Lalu Lintas. Usulan itu, menurut Refdi, telah dibahas di kalangan internal kepolisian dan sejumlah pihak.

"Dengan melihat salah sifatnya berkelanjutan, ketika itu ada yang memunculkan ide pada saat kita rapat, bagaimana kalau ada satu momentum yang kita munculkan dengan melihat tanggal 31 Maret adalah sebagai hari puncak pelaksanaan. Kita usulkan pada tanggal 31 Maret itu sebagai Hari Keselamatan Berlalu Lintas," kata Refdi di gedung NTMC Korlantas Mabes Polri, Jalan MT Haryono, Jakarta Selatan, Selasa (12/2/2019).



Refdi menjelaskan usulan itu muncul agar kampanye keselamatan berlalu lintas dilakukan secara masif dan terstruktur. Dia juga ingin kampanye keselamatan berlalu lintas itu terus digalakkan dan tidak berhenti di satu kegiatan saja.

"Kemudian Bapak-Ibu sekalian, memang konsep awal yang kita lakukan adalah kegiatan-kegiatan ini dalam bentuk kampanye. Bagaimana mengkampanyekan keselamatan berlalu lintas ini untuk semua dan terstruktur dari tingkat pusat sampai tingkat provinsi/kabupaten/kota seluruh Indonesia. Kemudian bagaimana kampanye itu bersifat masif, membumi, dan berkelanjutan," tutur dia.



Mantan Karo Provos Propam Polri ini mengatakan pihaknya sudah membentuk tim kecil dan sedang untuk membahas mengenai usulan Hari Keselamatan Lalu Lintas. Dia juga berharap semua pihak memberikan masukan mengenai usulan tersebut.

"Kemudian dengan melakukan diskusi dengan meminta saran dan pendapat. Saya kira semua memberikan saran positif terhadap apa yang kita gagas ini di dalam pencanangan hari keselamatan berlalu lintas ini. Justru pertemuan sore ini, saya kira walaupun belum puncak pertemuan, setidak-tidaknya kita bisa memberikan saran dan masukan kepada pimpinan masing-masing kementerian, lembaga, dan instansi atau lembaga yang kita wakili hari ini," ujarnya.



"Justru itu nanti kita meminta masukan dari ahli, pengamat transportasi, dari kementerian lembaga apa pun yang ada di sini bagaimana nanti perencanaan dan ide ini syukur alhamdulillah nantinya bisa ditetapkan pemerintah," sambung dia.

Ada sejumlah alasan yang dikemukakan oleh Refdi mengapa 31 Maret dipilih sebagai Hari Keselamatan Lalu Lintas. Menurut dia, tanggal tersebut sangat pas karena merupakan pengujung triwulan pertama.

"Kenapa tanggal 31? Yang menjadi keinginan kita itu hari keselamatan berlalu lintas. Yang pertama adalah jumlah-jumlah hari tertentu dalam satu tahun. Rasa-rasanya di awal bulan setiap tahun itu sangat layak di pengujung triwulan pertama. Jadi pada tanggal 31 Maret 2019," ujar dia.

Selain itu, Refdi melanjutkan, 31 Maret merupakan acara puncak Millennial Safety Road Festival yang digagas Korlantas Polri. Acara tersebut merupakan acara serentak yang digelar di seluruh polda.

"Kedua, tanggal 31 Maret adalah puncak dari segala puncak apa yang kita gagas, apa yang kita lakukan, apa yang sudah kita kerjakan, mulai dari tahap perencana dan sekarang sudah dilaksanakan 7 polda dalam Millennial Safety Road Festival," imbuhnya.

Terakhir, Refdi mengatakan 31 Maret merupakan waktu yang sangat tepat untuk menganalisis terkait kecelakaan yang terjadi pada bulan-bulan sebelumnya. "Kemudian yang berikutnya pertimbangan kita adalah tanggal 31 Maret adalah hari triwulan terakhir di mana kita sudah bisa menentukan dengan sangat valid dengan analisis dan evaluasi sangat tajam dengan angka-angka yang tidak diragukan lagi ketika kita menentukan evaluasi dan perhitungan apa yang terjadi di dalam kurun waktu tertentu, yaitu satu tahun tertentu setahun sebelumnya," papar dia.
(knv/fdn)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed