DetikNews
Selasa 12 Februari 2019, 16:25 WIB

Anggota DPR Ahmad Riski Sebut Pemeriksaan di KPK Hanya Tambahan

Haris Fadhil - detikNews
Anggota DPR Ahmad Riski Sebut Pemeriksaan di KPK Hanya Tambahan Gedung KPK/Foto: Agung Pambudhy
Jakarta - Anggota DPR Fraksi PAN Ahmad Riski Sadig kembali diperiksa sebagai saksi kasus dugaan suap Wakil Ketua DPR nonaktif Taufik Kurniawan. Dia menyebut pemeriksaannya hanya melengkapi pemeriksaan sebelumnya.

"Lengkapin yang kemarin saja. Cuma penambahan, 3 pertanyaan saja tadi," kata Ahmad Riski saat keluar dari gedung KPK, Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Selasa (12/2/2019).

Ahmad Riski menyatakan usulan DAK Kabupaten Kebumen merupakan murni usulan pemerintah. Menurutnya, tak ada pembahasan khusus di DPR terkait DAK Kebumen.






Ahmad Riski menyebut DPR hanya membahas parameter daerah penerima DAK secara umum, bukan per daerah. Dia pun mengaku tak tahu soal istilah 'untuk kawan-kawan' yang muncul dalam sidang Bupati Kebumen nonaktif Yahya Fuad.

"Nah, itu saya nggak tahu," ujar dia.

Ini merupakan kedua kalinya Ahmad Riski diperiksa sebagai saksi untuk Taufik. Dia sebelumnya pernah diperiksa pada 31 Januari 2019.

KPK memang sempat menyatakan bakal menelusuri ada-tidaknya pihak lain yang terlibat di kasus dugaan suap dari Yahya Fuad kepada Taufik Kurniawan. Salah satunya terkait istilah 'untuk kawan-kawan' yang terungkap dalam persidangan Yahya Fuad.

Dalam persidangan di Pengadilan Tipikor Semarang sekitar September 2018 itu terungkap mengenai upaya Yahya mendekati sejumlah anggota Dewan. Setidaknya ada tujuh anggota DPR yang didekati Yahya saat itu. Namun pada akhirnya, hanya Taufik Kurniawan yang menawarkan bantuan kepada Yahya Fuad. Saat itu, Taufik menawari Dana Alokasi Khusus (DAK) sebesar Rp 100 miliar.





"Sampai suatu saat terdakwa ditawari oleh Taufik Kurniawan sebagai Wakil Ketua DPR, di mana ada dana DAK tahun 2016 untuk jalan sebesar Rp 100 miliar di mana beliau bilang, 'Ini tidak gratis, karena untuk kawan-kawannya'. Terdakwa saat itu tidak langsung menjawab," demikian dalam salinan surat tuntutan Yahya Fuad tersebut.

Taufik ditetapkan KPK sebagai tersangka pada 2018. Dia diduga menerima suap Rp 3,65 miliar dari Bupati Kebumen nonaktif Yahya Fuad terkait DAK Kebumen pada APBN-P 2016.
(haf/fdn)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed