DetikNews
Selasa 12 Februari 2019, 12:15 WIB

TKN Beberkan Ketegasan Jokowi Tindak Kapal Pencuri Ikan

Yulida Medistiara - detikNews
TKN Beberkan Ketegasan Jokowi Tindak Kapal Pencuri Ikan Diskusi
Jakarta - Influencer Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma'ruf Amin, Roosdinal Salim, menyebut Jokowi akan lebih tegas menindak kapal pencuri ikan bila kembali terpilih di Pilpres 2019. Penindakan terhadap pelanggaran bertujuan menegakkan kedaulatan Indonesia.

"Operasi illegal fishing harus lebih kencang lagi. Kapal yang sudah ditenggelamkan per 2018 ada 428 kapal, kapal illegal fishing yang ditangkap 76. Itu jelas buat saya pribadi setuju karena illegal fishing sangat merampok ekosistem laut," kata Roosdinal dalam diskusi 'Menakar Komitmen Capres 2019-2014: Masihkah Menjadi Poros Maritim Bangsa' di D Lab, Jl Riau, Jakarta Pusat, Selasa (12/2/2019).

Jokowi, menurutnya, menegaskan aturan mengenai batas laut Zona Ekonomi Eksklusif (ZEE). Karena itu, kapal pencuri ikan, disebut Roosdinal, ditindak.





"Untuk itu, penurunan pelanggaran kedaulatan maritim itu menjadi penting agar Zona Ekonomi Eksklusif itu betul-betul terpegang. Kita sudah mengatakan dalam hukum internasional itu ZEE Indonesia segini, 'you cross the border i kill you', bahasa kasarnya," tegas Roosdinal.

Menurutnya, program yang sudah berjalan di bidang kemaritiman dipastikan akan ditingkatkan lagi. Tapi, selain itu, disebut Roosdinal, Jokowi ingin kesadaran masyarakat dalam menjaga laut ditingkatkan.

"Yang pasti makin dikuatkan. Karena yang sudah dijalankan 2014-2019 sudah on the right track, tapi kita betul-betul jangan sebagai negara kita dilecehkan," imbuhnya.

Sementara itu, Dewan Presidium Koalisi Rakyat untuk Keadilan Perikanan (Kiara) Sukarman mendukung semangat penghapusan illegal fishing. Namun dia meminta pemerintah menyediakan solusi yang lebih baik terkait penggunaan alat tangkap yang tak ramah lingkungan.

"Semangatnya menghapus illegal fishing harus diapresiasi, tapi evaluasi yang harus dilakukan ke depan berkaitan dengan secara de facto banyak yang menggunakan alat tangkap yang tidak ramah lingkungan, seperti cantrang. Tapi ketika diatur secara tegas belum disiapkan skema perubahan alat tangkapnya itu akan terus terjadi," kata Sukarman.


Saksikan juga video 'Wujud Kapal Pencuri Ikan Asal Filipina':

[Gambas:Video 20detik]


(yld/fdn)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed