DetikNews
Selasa 12 Februari 2019, 11:13 WIB

Diduga Syok, Ortu Adi Saputra Pembanting Motor Tinggalkan Kontrakan

M Guruh Nuary - detikNews
Diduga Syok, Ortu Adi Saputra Pembanting Motor Tinggalkan Kontrakan Rumah kontrakan yang ditinggali Adi Saputra dan keluarganya. (M Guruh Nuary/detikcom)
Tangerang - Polisi menahan dan menjerat Adi Saputra dengan pasal berlapis setelah aksi banting-banting motor karena tak terima ditilang. Sejak Adi ditangkap polisi, orang tuanya tidak terlihat lagi di rumah kontrakan mereka.

detikcom menyambangi kontrakan Adi Saputra di Jalan Rawa Mekar Raya, Serpong, Tangerang Selatan, Banten, Selasa (12/2/2019) pagi. Rumah kontrakannya terlihat sepi. Tidak ada yang merespons saat pintu kontrakan berwarna hijau tua itu diketuk beberapa kali.

Pemilik kontrakan, Ibu Eli, kemudian keluar. Dia mengatakan orang tua Adi belum terlihat sejak Adi ditangkap polisi beberapa waktu lalu karena aksinya membanting-banting motor lantaran tak terima ditilang.


"Sepi sejak pas kejadian ditangkap polisi itu," kata Eli.

Eli mengatakan dirinya kurang tahu ke mana orang tua Adi pergi. Rumah kontrakan tersebut, menurutnya, selama ini ditinggali orang tua beserta Adi dan adiknya.

"Kurang tahu deh tuh pergi ke mana. Harusnya kan sudah bayar kontrakan, tapi ini belum bayar. Tapi nggak tau ntar kalau mamanya ke sini ya pasti kita tegasin, mau lanjut (mengontrak) atau udahan. Karena juga yang tulang punggung itu si Adi. Ya ini juga kan pas deket-deket mau bayar malah ada kejadian. Harusnya kan tanggal 8 bayar. Cuma ya sudah biarin aja dulu. Kalau misalnya nanti lanjut ya bayar, kalau nggak ya kita nggak minta bayaran," jelasnya.

Eli menduga kemungkinan orang tua Adi sedang menenangkan diri. "Ya syoklah, namanya juga orang tua, kalau kita punya anak kayak gitu kan syok banget," ucapnya.

Adi sebelumnya ditilang polisi di kawasan BSD, Tangerang, gara-gara melawan arus, tak memakai helm, hingga dokumen yang tak lengkap. Peristiwa tersebut terjadi pada Kamis (7/2). Kepada polisi, Adi mengaku kesal dan menduga motornya akan disita apabila dia kena tilang. Padahal motor tersebut diakuinya didapatkan dengan susah payah.


Polisi kemudian melakukan penyelidikan. Dari situ diketahui motor yang dibeli Adi Saputra sebelumnya milik Nur Ichsan. Motor itu digadaikan Nur Ichsan kepada seseorang berinisial D, yang kini masuk daftar pencarian orang (DPO) polisi. Ternyata tanpa izin Nur Ichsan, D menjual motor itu di Facebook, yang kemudian dibeli Adi Saputra dengan pelat nomor B-6395-GLW.

Adi Saputra dipersangkakan pasal berlapis setelah aksinya membanting-banting motor ketika ditilang polisi. Karena melakukan pelanggaran lalu lintas, Adi dijerat Pasal 281, 288, 280, 291, dan 282 UU No 22 Tahun 2009 tentang UU Lalu Lintas dan Angkutan Jalan. Dia ditilang karena tidak memiliki SIM saat berkendara, tidak memiliki STNK, hingga tidak memasang pelat nomor sesuai dengan ketentuan.

Berikutnya, Adi dikenai Pasal 263 KUHP atas dugaan memalsukan dokumen. Untuk diketahui, motor Honda Scoopy yang dibanting-banting Adi itu tidak teregister alias bodong.

Tidak hanya itu, polisi juga mempersangkakan Adi dengan Pasal 372 KUHP dan/atau Pasal 378 KUHP juncto Pasal 480 KUHP dan/atau Pasal 233 dan/atau Pasal 406 KUHP. Adi terancam maksimal 6 tahun penjara.


Saksikan juga video 'Mengulik Sosok Adi Saputra Si Pembanting Motor':

[Gambas:Video 20detik]


(hri/fdn)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed