DetikNews
Selasa 12 Februari 2019, 02:15 WIB

35 Bekantan Terjebak di Permukiman Warga, Dishut Kalsel Segera Evakuasi

Marlinda Oktavia Erwanti - detikNews
35 Bekantan Terjebak di Permukiman Warga, Dishut Kalsel Segera Evakuasi Foto: taman safari
Barito Kuala - Dinas Kehutanan Kalimantan Selatan akan mengevakuasi 35 ekor bekantan yang terjebak di permukiman warga di Marabahan, Kabupaten Barito Kuala. Puluhan ekor bekantan itu saat ini dalam kondisi yang memprihatinkan.

"Kami akan segera melakukan pelepasliaran seluruh bekantan tersebut, sehingga mendapatkan tempat dan kehidupan yang layak di lokasi yang telah disiapkan," ujar Kepala Dinas Kehutanan Kalimantan Selatan Hanif Faisol Nurofiq sebagaimana dilansir dari Antara, Senin (11/2/2019).


Hanif mengungkapkan, 20 dari 35 ekor bekantan kini berada di depan kantor Pekerjaan Umum Marabahan, Kabupaten Barito Kuala. Ke-20 ekor binatang yang telah ditetapkan menjadi maskot Kalsel tersebut rencananya akan segera dievakuasi dalam minggu-minggu ini.

Dinas Kehutanan nantinya akan segera mengirim tim penjinak bekantan. Tujuannya, agar seluruh hewan berhidung panjang itu bisa segera dikirim ke lokasi yang telah disiapkan. Lokasi tersebut adalah Pulau Bekantan, yang ada di Taman Hutan Rakyat Sultan Adam, yang sudah ditetapkan sebagai tempat berkembang biaknya bekantan-bekantan tersebut.

Selain di Marabahan, sebanyak 15 ekor bekantan yang kini berada di daerah Sungai Taib, Kabupaten Kotabaru, akan segera dipindahkan ke lokasi yang lebih layak. Saat ini bekantan yang ada di Sungai Taib berkembang cukup pesat, sehingga lokasinya tidak memungkinkan bagi bekantan untuk berkembang dan hidup lebih baik.

Hanif juga mengungkapkan saat ini pihaknya sangat serius memperhatikan perkembangbiakan bekantan, karena hewan khas Kalimantan tersebut telah ditetapkan sebagai ikon Kalsel.

Sebelumnya, Pemerintah Provinsi juga akan memboyong 20 ekor bekantan yang kini berada di Kebun Binatang Surabaya, Jawa Timur, untuk ditempatkan di pulau yang terletak di Taman Hutan Raya Sultan Adam dengan luas 24 hektare. Menurut Hanif, pihaknya telah berkoordinasi dengan Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini untuk memboyongnya.


Pemprov Kalsel juga telah meminta izin kepada kementerian terkait untuk bisa memindahkan ke 20 ekor bekantan tersebut ke habitat aslinya. Bekantan tersebut terpaksa dipindahkan karena lokasi di KBS yang menjadi tempat berkembang biaknya bekantan tersebut telah melebihi kapasitas.

Lahan seluas 1 hektare di KBS telah dihuni sebanyak 53 ekor bekantan, padahal idealnya 1 hektare hanya dihuni empat ekor bekantan. Untuk mempercepat proses pemindahan atau relokasi hewan-hewan tersebut, Dinas Kehutanan Kalsel telah mengirimkan surat ke KBS dan Balai Besar Ditjen Konservasi Sumber Daya Alam Ekosistem Jawa Timur perihal dukungan relokasi Bekantan dari Surabaya ke Kalsel.
(mae/abw)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed