DetikNews
Senin 11 Februari 2019, 15:47 WIB

Polisi Sudah Periksa 10 Saksi Terkait Penganiayaan Pegawai KPK

Samsudhuha Wildansyah - detikNews
Polisi Sudah Periksa 10 Saksi Terkait Penganiayaan Pegawai KPK Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono (Kanavino/detikcom)
Jakarta - Polda Metro Jaya masih mendalami kasus penganiayaan terhadap dua penyelidik KPK di Hotel Borobudur, Jakarta Pusat. Polisi sudah memeriksa 10 saksi yang mengetahui insiden penganiayaan pegawai KPK.

"Berkaitan dengan kasus penganiayaan yang dilakukan oleh seseorang terhadap pegawai KPK, intinya bahwa kepolisian, penyidik saat ini sudah memeriksa 10 saksi," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono kepada wartawan di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Senin (11/2/2019).


Argo tidak menjelaskan lebih lanjut siapa saja 10 orang yang sudah diperiksa polisi. Ia hanya menyebut saksi-saksi yang diperiksa polisi ialah saksi yang mengetahui peristiwa penganiayaan itu.

"Yang mengetahui, melihat, dan mendengar ada di sana, baik itu korban, baik itu di tempat kejadian perkara ada beberapa saksi, baik itu ada beberapa yang melihat di sana sudah kami periksa," kata Argo.

"Tadi saya jelaskan dari 10 tadi ada juga pegawai, dokter juga ada karyawan (Hotel) Borobudur dan sebagainya," sambungnya.


Pada Kamis (7/2), Argo mengatakan polisi sudah memeriksa lima saksi. Saksi itu dari pihak sekuriti dan resepsionis hotel yang terekam di kamera CCTV saat peristiwa penganiayaan itu terjadi.

Sebelumnya, dua pegawai KPK diduga menjadi korban penganiayaan di Hotel Borobudur, Jakarta Pusat, Sabtu (2/2) tengah malam. Penganiayaan itu terjadi saat keduanya sedang melakukan tugas cross check atas informasi masyarakat terkait indikasi korupsi.

Pelaku, yang diduga berasal dari rombongan Pemprov Papua, kemudian memukuli korban dengan tangan kosong hingga keduanya mengalami luka. Kasus ini kemudian dilaporkan oleh pegawai KPK ke Polda Metro Jaya dan kepolisian pun sudah meningkatkan penanganan kasus itu ke penyidikan, tetapi belum menentukan siapa tersangkanya.


Pihak Pemprov Papua kemudian melaporkan balik pegawai KPK tersebut. Laporan pihak Pemprov Papua diwakilkan kepada Alexander Kapisa. Dalam laporan tersebut, pelapor mengadukan pencemaran nama baik dan/atau fitnah melalui media elektronik. Sementara itu, pengacara Pemprov Papua, Stefanus Roy Rening, membantah adanya penganiayaan yang dialami dua pegawai KPK. Dia menunjukkan foto yang menampilkan dua pegawai KPK tersebut.

"Buktinya penganiayaan ini tidak ada. Katanya hidung patah, katanya pipi robek, mana?" kata Roy di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Senin (11/2).
(gbr/gbr)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed