DetikNews
Senin 11 Februari 2019, 12:38 WIB

Moeldoko Minta Teror Pembakaran Mobil di Jateng Diusut Tuntas

Dwi Andayani - detikNews
Moeldoko Minta Teror Pembakaran Mobil di Jateng Diusut Tuntas Foto: Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko dan Mendagri Tjahjo Kumolo. (Yulida-detikcom)
Jakarta - Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko mengatakan kasus teror pembakaran mobil dan motor di wilayah Jawa Tengah harus diusut hingga tuntas. Penyelidikan itu untuk memastikan pembakaran itu terencana atau tidak.

"Saya pikir ini pentingnya untuk didalami peristiwa demi peristiwa, apakah ini peristiwa yang by design atau tidak. Ini segera harus dicari tahu jawabannya," ujar Moeldoko di Hotel Bidakara, Jalan Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Senin (11/2/2019).


Moeldoko mengatakan tidak menutup kemungkinan hal ini berkaitan dengan pilpres. Namun, menurutnya, pihaknya tidak akan membuat polemik dengan menduga motif di balik kejadian tersebut.

"Bisa, sangat mungkin untuk pemanasan, bisa juga begitu. Tapi kita tidak ingin buat polemik, yang kita inginkan memahami dan mendalami semakin baik kenapa itu, tujuannya apa itu, siapa pelakunya dan seterusnya. Motifnya yang paling penting," ujarnya.

Jika tidak dituntaskan, kata Moeldoko, maka tidak diketahui pasti motif teror pembakaran itu. Moeldoko juga ragu jika pembakaran ini disebut kebetulan.

"Kalau nggak (didalami) nanti kita menjadi tidak tahu bahwa ini by design ternyata. Bisa ini by design, bisa kebetulan, tapi kalau kebetulan ini kenapa berantai, ini kita sedang mendalami," sambungnya.


Moeldoko mengatakan saat ini polisi tengah mengambil langkah untuk melakukan pengecekan. Dia menekankan kasus ini harus diusut karena menyangkut ketertiban dan keamanan.

"Saya pikir polisi sudah mengambil langkah, tidak boleh ini terus-terusan terjadi karena ini menyangkut rasa kenyamanan, ketertiban, keamanan. Jadi polisi sudah bekerja," ujar Moeldoko.

Sebelumnya, Polri memastikan teror pembakaran di Jateng tidak dilatarbelakangi dendam pelaku kepada korban. Polri menyebut ada kelompok orang yang sengaja ingin menyampaikan pesan teror kepada warga Jateng.

"Ini kan hanya sebagian kecil kelompok yang ingin menyampaikan teror. Ada beberapa petunjuk, hampir semua korban itu tidak ada masalah dan kaitannya dengan dendam," kata Kadiv Humas Polri Irjen Mohammad Iqbal di Mabes Polri, Jalan Trunojoyo, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Kamis (7/2).

Aksi pembakaran maupun percobaan pembakaran sudah terjadi 17 kali di Kota Semarang, 8 kali di Kabupaten Kendal, dan 1 kali di Kabupaten Semarang.


(dwia/idh)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed