DetikNews
Senin 11 Februari 2019, 11:32 WIB

Partai Berkarya, Parnoko yang Terbelah

Tsarina Maharani - detikNews
Partai Berkarya, Parnoko yang Terbelah Foto: Elite Partai Berkarya. (Dok Partai Berkarya)
Jakarta - Wakil Ketua Umum Partai Berkarya, Muchdi PR, melabuhkan dukungan untuk capres petahana Joko Widodo (Jokowi) di Pilpres 2019. Dukungan Muchdi ini pun mendapatkan respons dari Berkarya yang sejatinya merupakan partai pendukung Prabowo Subianto-Sandiaga Uno.

Dirangkum detikcom, Senin (11/2/2019), dukungan dari Muchdi tampak nyata saat eks Danjen Kopassus itu menghadiri agenda deklarasi dukungan 1.000 purnawirawan untuk Jokowi dan Ma'ruf Amin di Pilpres 2019. Para purnawirawan yang hadir di antaranya, Jenderal TNI (Purn) Fachrul Razi, Letjen TNI (Purn) Suaidi Marasabessy, Jenderal (TNI) Subagyo HS dan Laksamana TNI (Purn) Bernard Kent Sondakh. Acara digelar di Ji Expo Kemayoran, Jakarta, Minggu (10/2).

Muchdi mengaku punya alasan khusus mengapa memilih mendukung Jokowi. Menurutnya, Jokowi sudah berbuat banyak selama hampir 5 tahun memimpin Indonesia.


"Pertama, karena saya melihat Pak Jokowi ini sudah berbuat banyak selama 5 tahun ini. Itu jelas pembangunan yang dirasakan oleh masyarakat dan rakyat Indonesia sudah jelas kan," kata Muchdi.

Muchdi mencontohkan pembangunan di era Jokowi yaitu jalan tol, bandara, hingga pelabuhan. Dia mengatakan pembangunan seperti itu tidak terjadi di pemerintahan era sebelumnya.

"Itu selama setelah reformasi 15 tahun tidak dilakukan presiden siapapun. Itu kenapa saya memilih Jokowi sebagai capres 2019," ujarnya.


Menurut Berkarya, dukungan merupakan aspirasi pribadi. Berkarya tak ingin dukungan itu dikaitkan dengan keputusan partai.

"Bagi kita itu tidak ada masalah karena itu atas nama pribadi bukan atas nama parpol," ujar Ketua DPP Partai Berkarya, Badaruddin Andi Picunang.

Berkarya merupakan partai peserta pemilu baru di 2019. Partai yang dipimpin Hutomo Mandala Putra atau Tommy Soeharto itu diprediksi sejumlah lembaga survei tak lolos ke parlemen sesuai dengan ambang batas sebesar 4 persen yang telah ditetapkan UU 7/2017. Berkarya pun dianggap sebagai parnoko (partai nol koma) karena elektablitasnya tak mencapai 1%.

Salah satu survei elektabilitas partai dilakukan oleh Celebes Research Center (CRC). Dalam survei CRC, elektabilitas Berkarya sebesar 0,1 persen.

Survei dilakukan dalam rentang waktu 23-31 Januari 2019 terhadap 1.200 responden dengan metode penarikan sampel multistage random sampling. Margin of error sruvei sebesar +/- 2,83% dengan tingkat kepercayaan 95,0%. Sampel berasal dari 34 Provinsi di Indonesia yang terdistribusi secara proporsional. Pengumpulan data dilakukan dengan metode wawancara tatap muka langsung (face to face) dengan menggunakan kuisioner oleh pewawancara yang sudah terlatih. Quality control survei sebesar 20%.


Ikuti perkembangan Pemilu 2019 hanya di sini.
(tsa/elz)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed