DetikNews
Minggu 10 Februari 2019, 23:30 WIB

Jokowi Terima Dukungan Alumni, Sandiaga Jajal Tol Cipali

Tim detikcom - detikNews
Jokowi Terima Dukungan Alumni, Sandiaga Jajal Tol Cipali Foto: Jokowi-Ma'ruf Amin dan Prabowo-Sandiaga Uno (Gibran dan Jordan/detikcom)
Jakarta - Kegiatan kampanye capres nomor urut 01 Joko Widodo hari ini diisinya dengan menerima dukungan dari alumni. Di sisi lain, cawapres nomor urut 02 Sandiaga Uno menjajal Tol Cipali.

Dirangkum detikcom, Minggu (10/2/2019), Jokowi dan Sandi melakukan kegiatan berbeda dalam kampanye hari ini. Jokowi menerima Alumni SMA Jakarta Bersatu untuk Jokowi-Ma'ruf Amin di Istora Senayan sedangkan Sandiaga men-cek jalan tol dan rest area Cipali. Begini detail kegiatan keduanya.


Jokowi Terima Dukungan Alumni

Jokowi yang menumpangi mobil Toyota Innova warna hitam, tiba di Istora Senayan, Jakarta, pukul 14.45 WIB, Minggu (10/2/2019). Jokowi yang tampak mengenakan kemeja putih lengan panjang itu kemudian dikenakan jaket warna putih oleh pendukungnya yang berasal dari 'Alumni SMA Jakarta BerSATU #01'.

Jokowi disambut dengan hentakan musik rock yang dimainkan beberapa musisi. Jokowi juga memberi sambutan kepada para relawannya yang baru mendeklarasikan diri.

Dia mengatakan, selama menjadi Presiden RI, dia telah melakukan banyak terobosan, termasuk mengambil alih aset yang dikelola oleh asing. Dia menegaskan siap mempertaruhkan jabatan dan reputasinya untuk kebaikan Indonesia. Awalnya Jokowi mengatakan pemerintah telah mengambil alih beberapa aset tambang yang dikelola oleh asing, di antaranya Blok Mahakam dan Blok Rokan.

"Dipikir mengambil alih barang seperti itu mudah? Dipikir mengambil alih aset besar seperti itu gampang? Kalau mudah dan gampang dari dulu sudah diambil alih," kata Jokowi.


Dia juga menegaskan tidak memiliki beban masa lalu sehingga tugasnya menjadi presiden tidak terkekang. "Saya tidak memiliki beban masa lalu. Tidak apa-apa anak saya jual martabak, anak saya jual pisang nugget goreng," tegas Jokowi disambut tepuk tangan.

Jokowi juga berbicara soal keputusan politik yang diambilnya. Dia mengaku tidak punya ketakutan saat mengambil keputusan politik. Dia mengatakan, dirinya berani memutuskan bangun MRT yang tak pernah dieksekusi selama 26 tahun. Lamanya pengambilan keputusan itu karena kepemimpinan sebelumnya selalu menghitung untung dan rugi.

"Waktu jadi Gubernur (DKI Jakarta), kita memutuskan MRT. Kenapa saya berani? Karena ini sudah 26 tahun direncanakan. Kenapa tidak segera diputuskan, karena dari hitungan kalkulasi terus dihitung, selalu hitungannya adalah rugi, sehingga tidak berani diputuskan sampai 26 tahun," kata Jokowi


Sandiaga Cek Cipali

Sementara itu, Sandiaga Uno dalam perjalanan menuju Brebes, menyempatkan diri men-cek Tol Cipali dan rest area. Hal ini dilakukan Sandi karena dia mengaku mendapat keluhan dari masyarakat.

Sandi berkunjung ke rest area KM 166 Tol Cipali. Dalam kunjungannya itu, Sandiaga sempat mendapatkan keluhan dari para pemilik warung di rest area. Pemilik rumah rumah makan Nasi Jamblang Mang Dul, Anton, mengeluhkan sepinya pengunjung di rest area tersebut satu tahun terakhir. Akibatnya, dia dan pedagang lainnya kerap merugi.

"Sepi euy, Pak, sekarang. Hari Jumat dan Sabtu juga begitu. Ini udah hampir satu tahun begini, Pak," kata Anton dalam keterangan tertulis dari Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga, Minggu (10/2/2019).


Tak hanya Anton, penjual batik bernama Ade juga mengeluhkan hal yang serupa. Mendengar keluhan itu, Sandiaga mengatakan harus ada solusi untuk para UMKM di rest area. Membangun jalan tol, kata dia, juga harus memikirkan bagaimana menjaga kelangsungan pengusaha yang berdagang di rest area.

"Tadi kita dengar sendiri keluhan para pedagang di rest area ini menurun. Kita harus memikirkan cara untuk menarik para pengunjung untuk datang ke rest area. Untuk menyejahterakan para UMKM di rest area. Harus ada sistem yang terintegrasi," ucap Sandi.

Menurut Sandiaga, salah satunya adalah memberikan insentif kepada para pengguna jalan tol yang mampir ke rest area sehingga dapat mengangkat produk-produk lokal atau kuliner daerah. Misalnya dengan memberikan potongan diskon atau voucher.

"Insentifnya salah satunya adalah cash voucher, voucher tunai dengan potongan diskon makan lebih murah 20-30 persen untuk kuliner produk-produk UMKM yang dijajakan di rest area. Ini menjadi fokus Prabowo-Sandi selama lima tahun ke depan, menggerakkan ekonomi rakyat," katanya.
(gbr/tor)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed