DetikNews
Sabtu 09 Februari 2019, 17:24 WIB

Pendidikan Keluarga Jadi Cara Efektif Cegah Stunting

Raras Prawitaningrum - detikNews
Pendidikan Keluarga Jadi Cara Efektif Cegah Stunting Foto: internet
Jakarta - Direktur Pembinaan Pendidikan Keluarga Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud), Sukiman, mengungkapkan permasalahan stunting di Indonesia harus diselesaikan bersama-sama. Faktanya, Data Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2018 mencatat 1 dari 3 anak di berbagai daerah di Indonesia masih mengalami stunting.

Selain Kementerian Kesehatan yang memberikan intervensi yang sifatnya spesifik seperti memberikan vitamin, Kemendikbud juga turut turun tangan dengan memberikan intervensi terkait gizi melalui penyuluhan.

"Permasalahannya ketidaktahuan orang tua. Ibu harus mengetahui aspek pemenuhan gizi. Sementara separuh dari ibu-ibu di Indonesia kekurangan zat besi," ujar Sukiman kepada detikcom, Sabtu (9/2/2019).

Di puskesmas lewat intervensi gizi spesifik, lanjut Sukiman, ibu sudah diberikan tablet besi gratis serta vitamin C dan kalsium agar penyerapannya baik.


"Permasalahannya banyak yang nggak diminum secara tuntas karena lupa atau tidak suka rasanya. Dampaknya ibu anemia dan memengaruhi kesehatan bayi seperti anak menjadi stunting," katanya.

Menurut Sukiman, dibutuhkan edukasi kepada orang tua demi mencegah anak stunting. Oleh karena itu, Kemendikbud terus menyosialisasikan program Pendidikan Keluarga untuk stunting.

Adapun yang dilakukan Kemendikbud antara lain membuat bahan ajar pengasuhan pada 1.000 Hari Pertama Kehidupan, menyediakan kelas pengasuhan ibu hamil dan ibu dengan anak usia 0-24 bulan, serta menyosialisasikan pengasuhan 1.000 Hari Pertama Kehidupan di 100 kabupaten/kota di Indonesia.

"Program ini sudah ditentukan wilayahnya karena lintas sektor. Insentifnya dimulai tahun 2017 di 8 kabupaten/kota dan pada 2018 ada 92 kabupaten/kota. Jadi total ada 100 kabupaten/kota yang telah diintervensi. Pada tahun 2019, ada 60 kabupaten/kota," paparnya.


Mengenai sosialisasi program Pendidikan Keluarga untuk mencegah stunting, beberapa pihak pun turut dilibatkan.

"Tahun 2018 sosialisasi mengundang kepala desa, penggerak PKK, lembaga PAUD yang dijadikan tempat sosialisasi kepada orang tua. Pelaksanaannya sosialisasi mengundang masyarakat, yang menggerakan ketua penggerak PKK. Ada satu kelas untuk ibu hamil, satu untuk kelas orang tua yang memiliki anak usia 1 tahun, dan 1 lagi kelas orang tua yang memiliki anak usia 2 tahun," pungkas Sukiman.

Simak Juga 'Keluarga Jadi Benteng Pertahanan Pencegah Prostitusi Online pada Anak':

[Gambas:Video 20detik]


(idr/idr)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed