detikNews
Jumat 08 Februari 2019, 10:17 WIB

Kata Psikolog Zoya soal Kasus Ortu Ajak Anak Threesome

Bagus Prihantoro Nugroho - detikNews
Kata Psikolog Zoya soal Kasus Ortu Ajak Anak Threesome Tersangka kasus pencabulan/Foto: Farih Maulana
Jakarta - Sungguh bejat kelakuan Mira (39) yang mengajak putri kandungnya yang berusia 15 tahun berhubungan seks threesome dengan suaminya, Taufik Hidayat (43). Menurut psikolog Zoya Amirin, kelakuan Mira dan Taufik termasuk acquaintance rape.

"Acquaintance rape adalah pemerkosaan yang dilakukan oleh orang yang dikenal dekat," ujar Zoya saat berbincang dengan detikcom, Kamis malam (7/2/2019).

Pada kasus ini, Mira merupakan ibu kandung korban, sedangkan Taufik adalah ayah tiri korban. Di kasus ini perilaku threesome adalah ide dari Taufik, namun anehnya Mira malah menyetujui.






Menurut Zoya, perilaku Mira dan Taufik bukan termasuk penyimpangan, bukan pula gangguan psikologis. Perbuatan mereka termasuk kekerasan seksual.

Ketika disebut perilaku ini adalah penyimpangan, menurut Zoya bisa jadi nantinya ada pemakluman dari publik karena menganggap adanya kelainan dari Mira maupun Taufik. Sehingga Mira dan Taufik punya peluang untuk lepas tanggung jawab.

"Kalau ibunya berhubungan seks dengan suaminya mengajak anak perempuannya maka ini adalah kekerasan seksual," ungkap Zoya.





Zoya juga menyoroti usia anaknya yang masih belia. Tentu saja si anak bisa mengalami trauma mendalam.

"Kalau anak remaja dia relatif mengerti, sudah aktif secara seksual, sudah paham, jadi dia tahu mengenai itu. Yang terganggu adalah konsep dirinya. Kebanyakan anak-anak yang alami ini mengalami trauma, termasuk kekerasan seksual. Dia akan merasa konsep dirinya rendah, dia merasa kotor, hal-hal ini terjadi," papar Zoya.

Untuk itu perlu pendampingan psikolog bagi korban. Dalam proses penyembuhan trauma, kata Zoya, si anak harus dijauhkan dari Mira dan juga Taufik.

Dampak terburuk dari korban kekerasan seksual yakni di masa mendatang bisa melakukan hal yang sama. Terlebih si korban adalah perempuan yang biasanya cenderung menjadikan ibu sebagai role model.

"Sehingga dia berpikir konsep diri seorang perempuan seperti ibunya, ke depannya kalau tidak di-treat, bahayanya akan melakukan pelecehan yang sama," papar Zoya.
(bpn/fdn)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com