DetikNews
Kamis 07 Februari 2019, 17:13 WIB

Janji Stabilkan Harga Bawang, Sandiaga Siap Contoh Kebijakan di DKI

Marlinda Oktavia Erwanti - detikNews
Janji Stabilkan Harga Bawang, Sandiaga Siap Contoh Kebijakan di DKI Sandiaga Uno (Foto: dok. BPN Prabowo-Sandiaga Uno)
Nganjuk - Cawapres Sandiaga Uno menggelar dialog dengan petani bawang merah di Nganjuk, Jawa Timur. Dalam dialog itu, para petani mengeluhkan harga pupuk, harga jual yang turun, hingga soal impor bawang yang membuat petani buntung.

"Saya di sini petani juga pedagang. Namun semenjak sepuluh tahun belakangan ini selalu dikalahkan oleh harga jual dan dimahalkan oleh pupuk dan obat-obatan. Jadi tidak ada kepastian, rasanya tidak adil," ucap petani bernama Sudarso dalam keterangan tertulis Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga, Kamis (7/2/2019).


Menanggapi keluhan itu, Sandiaga, yang pernah menjadi pimpinan Ibu Kota, berjanji akan menerapkan kebijakan yang pernah dijalankannya di DKI Jakarta untuk membantu petani jika kelak terpilih pada Pilpres 2019. Caranya adalah mendorong badan usaha milik negara (BUMN) bekerja sama dengan petani daerah.

Nantinya, BUMN akan membeli langsung hasil tani dari para petani. Hal itu akan membantu pasokan bawang dan kestabilan harga di pasaran.

"Waktu itu di DKI, bawang merah harganya naik dan langka. Kami mengambil inisiatif dengan PT Food Station Tjipinang Jaya, menjalin kerja sama dengan petani bawang Brebes. Alhamdulillah kami patahkan mitos harga tinggi di hari Lebaran karena pasokan terjaga. Petani bawang Brebes sejahtera, pedagang bahagia, pembeli tersenyum," kata eks Wagub DKI itu.

"Kalau Allah mengizinkan, kami akan melakukan hal yang sama, namun untuk Indonesia dengan Bulog atau pemangku kepentingan lainnya juga dengan pihak ketiga melalui public private partnership," sambung Sandiaga.

Tak hanya itu, nantinya Sandiaga juga akan menerapkan teknologi control atmosphere storage (CAS). Dengan teknologi, produk pertanian seperti bawang akan dapat disimpan selama enam sampai sembilan bulan.

"Jadi kalau bawang belum laku, bisa disimpan enam bulan hingga sembilan bulan. Jika pasokan dalam negeri stabil, harusnya sudah memulai proyeksi ekspor, produksi bawang kita terbesar se-ASEAN dengan industri turunannya, seperti bawang goreng, pil bawang herbal, dan lain-lain. Kita juga akan bangun industrinya," jelas Sandi.


Sandiaga bahkan bersedia meneken kontrak politik dengan para petani bawang saat itu juga.

"Sepanjang tahun, tiap panen kami akan beli dengan harga bawah Rp 10 ribu dan harga atas Rp 15 ribu," ujarnya disambut tepuk tangan para petani bawang.

"Jadi tidak ada lagi petani rugi. Pemerintah harus hadir buat petani. Karena salah satu fokus Prabowo-Sandi adalah mewujudkan swasembada pangan. Bagaimana mau swasembada pangan jika petaninya tidak sejahtera," pungkas Sandiaga.
(mae/elz)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed