detikNews
Rabu 06 Februari 2019, 16:43 WIB

JK Jelaskan Maksud 'Propaganda Rusia' yang Disinggung Jokowi

Rina Atriana - detikNews
JK Jelaskan Maksud Propaganda Rusia yang Disinggung Jokowi Foto: Jusuf Kalla (Rina Atriana/detikcom)
Jakarta - Capres petahana Joko Widodo (Jokowi) sempat menyinggung soal 'propaganda Rusia' yang digunakan timses dengan menyebarkan hoax dan kebohongan. Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) menilai kata Rusia yang dimaksud Jokowi bukan mengacu ke negara tapi kata jenis.

"Tapi maknanya bukan katakanlah 'oh makanan Makassar', tidak berarti makanannya, bukan Makassarnya'. Ini yang dimaksud propaganda. Jadi misal bika Ambon, bukan Ambonnya, tapi bikanya itu. Jadi yang dimaksud propaganda Rusia itu jenisnya bukan Rusia," kata JK di kantor Wapres, Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat, Rabu (6/2/2019).

"Bahwa propaganda macem itu sejenis apa yang mungkin... Rusia kan pernah jadi negara sosialis berat, komunislah. Jadi cara berkampanye meyakinkan orang gini gini caranya, jadi bukan menyinggung Rusia sebagai negara, tetapi sebagai kata jenis," jelasnya.



Menurut JK, setiap kampanye pasti memunculkan propaganda. Propaganda sendiri, lanjut JK, untuk mempengaruhi atau meyakinkan orang terhadap orang yang ingin kita menangkan.

"Namanya kampanye ada propaganda, kalau bukan propaganda ya bukan kampanye namanya. Propaganda itu menyakinkan orang akan sikap atau hal kita ingin menangkan. Jadi ya namanya propaganda tentu mengupayakan agar didengar yang baik-baik. Jadi tidak didengarkan, cari yang baik. Yang negatif ya kita usahakan bagaiamana tidak didengarkan," tutur JK.

"Kampanye itu kan mengkampanyekan sesuatu bukan Pemilu saja. Mau kampanye kan beli suatu produk itu kan mempropagandakan itu baik yang terbaik kecap nomor satu," lanjutnya.



Sebelumnya Jokowi menyinggung terkait propaganda Rusia saat pidato deklarasi Forum Alumni Jawa Timur di Tugu Pahlawan, Kota Surabaya, Sabtu (2/2). Dia mengatakan persoalan terkait banyaknya hoax dan fitnah karena adanya upaya adu domba ala asing. Dia menyebut hal itu dilakukan oleh tim sukses, yang menurut Jokowi menyiapkan propaganda ala Rusia. Meski demikian, dia tak menyebut secara gamblang tim sukses yang dimaksud.

"Problemnya adalah ada tim sukses yang menyiapkan propaganda Rusia! Yang setiap saat mengeluarkan semburan-semburan dusta, semburan hoax, ini yang segera harus diluruskan Bapak-Ibu sebagai intelektual," kata Jokowi.



Rusia lewat kedutaan besarnya di Indonesia sudah menepis istilah 'propaganda Rusia'. Rusia menegaskan tidak ikut campur di Pilpres AS hingga Indonesia.

"Berkaitan dengan beberapa publikasi di media massa tentang seakan-akan penggunaan 'propaganda Rusia' oleh kekuatan-kekuatan politik tertentu di Indonesia, kami ingin menyampaikan sebagai berikut," tulis Kedubes Rusia di Twitter, Senin (4/1/2019).


Saksikan juga video 'Gegara 'Propaganda Rusia', Jokowi-Hasto Dilaporkan ke Bawaslu':

[Gambas:Video 20detik]




Ikuti perkembangan terbaru Pemilu 2019 hanya di detikPemilu. Klik di sini
(rna/imk)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com