DetikNews
Rabu 06 Februari 2019, 12:28 WIB

Sidang Tuntutan Eni Saragih

Jaksa Minta Hakim Tolak JC Eni Saragih di Kasus Suap PLTU Riau-1

Faiq Hidayat - detikNews
Jaksa Minta Hakim Tolak JC Eni Saragih di Kasus Suap PLTU Riau-1 Mantan anggota Komisi VII DPR Eni Maulani Saragih (Ari Saputra/detikcom)
Jakarta - Jaksa KPK menolak permohonan justice collaborator (JC) yang diajukan terdakwa Eni Maulani Saragih dalam kasus suap proyek PLTU Riau-1. Mantan Wakil Ketua Komisi VII DPR itu dinilai jaksa merupakan pelaku utama dan menerima uang suap terkait kasus itu.

"Pertimbangan di atas, maka permohonan pengajuan justice collaborator terdakwa tidak dapat dikabulkan," kata jaksa KPK Lie Putra Setiawan saat membacakan surat tuntutan dalam sidang di Pengadilan Tipikor Jakarta, Jalan Bungur Besar Raya, Jakarta Pusat, Rabu (6/2/2019).

Eni Maulani Saragih sebelumnya dituntut 8 tahun penjara dan denda Rp 300 juta subsider 4 bulan kurungan. Eni Saragih diyakini jaksa KPK bersalah menerima uang suap Rp 4,75 miliar dari pengusaha Johanes Budisutrisno Kotjo.




Uang suap dimaksud agar Eni membantu Kotjo mendapatkan proyek PLTU Riau-1 di PLN. Proyek itu sedianya ditangani PT Pembangkitan Jawa Bali Investasi (PJBI) dengan Blackgold Natural Resources Ltd (BNR) dan China Huadian Engineering Company Limited (CHEC Ltd). Kotjo merupakan pemilik BNR yang mengajak perusahaan asal China, yaitu CHEC Ltd, untuk menggarap proyek itu.

Selain itu, jaksa menyakini Eni bersalah menerima gratifikasi Rp 5,6 miliar dan SGD 40 ribu. Uang itu diterima Eni dari sejumlah direktur dan pemilik perusahaan di bidang minyak dan gas.


Simak Juga 'KPK Telusuri Aliran Suap Eni Saragih':

[Gambas:Video 20detik]



(fai/dhn)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed