DetikNews
Senin 04 Februari 2019, 15:14 WIB

Strategi 2 Babak Jokowi Ala TKN: Bertahan Lalu Menyerang

Nur Azizah Rizki Astuti - detikNews
Strategi 2 Babak Jokowi Ala TKN: Bertahan Lalu Menyerang Bahlil Lahadalia. Foto: Nur Azizah/detikcom
Jakarta - Capres petahana Joko Widodo (Jokowi) sepanjang akhir pekan lalu melempar sejumlah sindiran tajam ke kubu lawan. Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma'ruf Amin mengatakan strategi menyerang adalah pertahanan terbaik.

"Saya pikir tidak ada sesuatu dalam politik yang tidak by strategy. Dan itu (Jokowi menyerang) saya pikir adalah strategi dan momentumnya sudah harus jalan. Strategi bola itu kan begini, pertahanan yang paling baik itu adalah menyerang," kata Direktur Penggalangan Pemilih Muda TKN Bahlil Lahadalia di Rumah Aspirasi, Jalan Proklamasi, Menteng, Jakarta Pusat, Senin (4/2/2019).


Bahlil mengibaratkan strategi yang dimainkan Jokowi seperti dalam permainan sepak bola. Menurutnya, di babak kedua timnya harus lebih banyak mencetak gol agar bisa meraih kemenangan mutlak.

"Jadi saya menganalogikan kalau pilpres ini seperti main bola ini ada 2 babak. Babak pertama itu dari September sampai Desember, dan itu surveinya kita stabil. Kemudian babak kedua, itu kan kita kemarin kan bertahan aja tuh, nah, babak kedua kita sudah harus menyerang. Tambah gol, supaya menangnya mutlak," jelas Bahlil.

Bahlil menilai Jokowi berpengalaman dalam politik karena pernah memenangkan pemilihan walikota, pemilihan gubernur, dan pemilihan presiden. Strategi Jokowi yang terkesan menyerang ini disebutnya sebagai intuisi dengan pertimbangan obyektif.

"Nah kalau sekarang beliau mencoba untuk keluar dari tekanan itu bagian dari strategi dari beliau. Dan menurut kami ini sebuah langkah tepat agar jangan hoax melulu. Mana ada sih sekarang presiden yang dimaki-maki pun diam melulu. Dibilangin agamanya nggak jelas, senyum. Dibilangin PKI, senyum. Dibilangin muka jelek, senyum," ucap Bahlil.

"Saya kadang-kadang bilang, 'Pak, Bapak ini terlalu baik kali, Pak, harus keluar'. Kalau kenal kita sebagai anak-anak dari timur yang digitu-gituin, wah nggak tahu lagi saya. Saya salut sama Pak Jokowi, memang beliau ini negarawan," imbuhnya.


Sebelumnya, Presiden Joko Widodo (Jokowi) melontarkan sindiran-sindiran tajam ke kubu penantangnya, Prabowo Subianto-Sandiaga Uno. Serangan bertubi-tubi itu disampaikan Jokowi dalam kampanyenya pada Sabtu (2/2). Jokowi berbicara saat berkampanye di Surabaya, Jawa Timur, dan Semarang, Jawa Tengah.

Saat bersilaturahmi dengan Paguyuban Pengusaha Jawa Tengah di MG Setos, Semarang, Jokowi menyebut, bila ada yang berbicara soal Indonesia bubar dan punah, jangan ajak-ajak rakyat Indonesia. Lalu, Jokowi juga menyinggung pernyataan Prabowo yang menyebut satu selang darah di RSCM dipakai 40 orang. Hal tersebut disampaikan Jokowi saat berbicara mengenai optimisme dalam Deklarasi Forum Alumni Jawa Timur untuk Jokowi di Tugu Pahlawan, Jl Pahlawan, Surabaya.

Di Surabaya, Jokowi juga berbicara mengenai kasus pemukulan eks Jurkamnas Prabowo-Sandiaga, Ratna Sarumpaet yang ternyata adalah kebohongan. Dia juga menyindir elite yang menyamakan Indonesia dengan Haiti. "Jangan ada ngomong lagi nanti selang darah dipakai 40 kali. Jangan sampai ada ngomong lagi tempe setipis ATM," kata Jokowi.

Pada Minggu (3/2), Jokowi kembali 'menyerang'. Jokowi menyindir elite yang menyebutnya antek asing, padahal menurutnya yang antek asing ialah yang memakai jasa konsultan asing. Jokowi tak menyebutkan nama atau pihak yang memakai jasa konsultan asing.

"Yang dipakai konsultan asing. Nggak mikir ini memecah belah rakyat atau tidak, nggak mikir mengganggu ketenangan rakyat atau tidak, ini membuat rakyat khawatir atau tidak, membuat rakyat takut, nggak peduli. Konsultannya konsultan asing. Terus yang antek asing siapa?" kata Jokowi di De Tjolomadoe, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah, Minggu (3/2).
(azr/tor)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed